Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Koperasi di Blitar Ini Stabilkan Pasokan Pangan Masyarakat, hingga Peroleh Penghargaan dari BAPANAS

Teguh Prasetyo • Rabu, 7 Agustus 2024 | 21:00 WIB
PROSES KEMAS: Telur ayam yang dihasilkan oleh para anggota Koperasi Putera Blitar.
PROSES KEMAS: Telur ayam yang dihasilkan oleh para anggota Koperasi Putera Blitar.

BLITAR - Wilayah Kabupaten Blitar terkenal sebagai salah satu penghasil telur ayam di Indonesia, yang memiliki andil besar dalam menstabilkan pasokan telur ayam di seluruh wilayah Indonesia.

Misalnya, menyuplai telur ayam di daerah yang memiliki pasokan rendah. Salah satu faktor yang menjadi pendorong pasokan telur ayam yang stabil adalah solidnya koperasi yang ada di Kabupaten Blitar.

Seperti Koperasi Putera Blitar, yang bergerak di bidang peternakan telah bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI), dalam program menstabilkan kesejahteraan pangan.

Melalui kerja sama antar daerah, Ketua Koperasi Putera Blitar, Sukarman mengatakan, langkah ini merupakan program koperasi dari Rumah Kebersamaan, yang tergabung beberapa koperasi yang bergerak di sektor riil dari beberapa daerah seperti Blitar, Tulungagung, Kediri, Malang, Trenggalek.

Tujuannya, dapat melakukan stabilisasi bahan kebutuhan pangan. Pada tahun ini telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan koperasi yang berada di NTB untuk pasokan bahan jagung yang digunakan untuk pakan ternak.

“Maka sebaliknya, Rumah Kebersamaan akan mengirimkan telur ke NTB,” ungkapnya.

Untuk itu, Koperasi Putera Blitar dengan Rumah Kebersamaan mendapatkan penghargaan dari Badan Pangan Nasional (BAPANAS) menjadi pelopor dalam menstabilkan bahan pangan.

Menyikapi hal itu, Sukarman gencar mendorong masyarakat atau insan koperasi lebih melek dalam berkoperasi yang ke depannya, selain mendapatkan manfaat profit dan juga kebersamaan.

Tidak hanya itu, Karman, mengungkapkan, koperasi yang berada di sektor riil ini akan difokuskan untuk Business to Business (B2B), yang berkelanjutan untuk UMKM.

Sebelum mengarah ke B2B, akan diperluas teken MoU dengan badan atau instansi daerah, yang berpotensi memberikan keberlanjutan pada kesejahteraan pangan.

“Dari pangan, nantinya memberikan dampak tidak kekurangan bahan pangan bagi penghasil dan pengguna bahan pangan,” katanya. (apr/guh/ynu)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#penghasil #pasokan pangan #blitar #telur ayam #koperasi