Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Polres Blitar Siagakan 800 Personel Gabungan Amankan Liga 1 di Stadion Soeprijadi, Haramkan Penonton Membawa Barang-barang Ini

Muhamad Ilham Baha’udin • Jumat, 9 Agustus 2024 | 17:05 WIB
SINERGI: Kapolres Blitar Kota AKBP Danang Setiyo (tengah), kelompok supporter, askot PSSI, dan berbagai elemen sepak bola Blitar membuat kesepakatan damai, kemarin (8/8).
SINERGI: Kapolres Blitar Kota AKBP Danang Setiyo (tengah), kelompok supporter, askot PSSI, dan berbagai elemen sepak bola Blitar membuat kesepakatan damai, kemarin (8/8).

BLITAR-  Jelang perhelatan BRI Liga 1 di Stadion Soeprijadi, berbagai antisipasi terus dilakukan. Kamis (8/8/2024), kepolisian, kelompok supporter, askot PSSI, dan berbagai elemen sepak bola Blitar melakukan kesepakatan deklarasi damai.

Kapolres Blitar Kota AKBP Danang Setiyo Pambudi mengungkapkan berdasarkan rapat koordinasi (rakor) telah dibahas terkait pengamanan Liga 1 mulai dari rekayasa lalu lintas, pola pengamanan, hingga jumlah personel yang diterjunkan. Selain itu, usai rakor juga melakukan penandatanganan deklarasi damai antar suporter.

“Iya, nanti ada sekitar 800 personel gabungan yang disiapkan, termasuk dari Polri, TNI, Damkar, Dishub, Dinkes, dan 100 steward di Stadion Soeprijadi,” jelasnya Kamis (8/8/2024).

Kepolisian, jelas dia, bakal mengecek para penonton untuk mencegah masuknya barang-barang terlarang, baik sebelum masuk maupun keluar area stadion.

Barang terlarang tersebut antara lain, senjata tajam, minuman keras, flare, dan kembang api. Terkait rekaya lalu lintas, dia menuturkan bakal segera menerbitkan sebelum pelaksanaan laga perdana Arema FC yang dihelat 12 Agustus nanti.

Dia mengimbau pada seluruh suporter untuk turut menjaga keamanan setiap pertandingan Arema FC di Stadion Soeprijadi Kota Blitar. dengan begitu, bisa mewujudkan harapan masyarakat dan meningkatkan nama baik suporter.

“Kami tekankan kepada Presidium Aremania untuk menjaga keamanan dan ketertiban suporter dalam setiap pertandingan. Kami berharap suporter menjadi penonton yang baik, sekaligus menjaga ketertiban,” tegasnya.

Sementara itu, Presidium Arema Zakaria Novianto mengungkapkan deklarasi damai tersebut diikuti oleh perwakilan suporter yang ada di Blitar Raya.

Pihaknya bakal mentaati seluruh aturan yang telah ditetapkan untuk menjaga kondusifitas Kota Blitar.

“Kalau toh tidak bisa diberikan kuota 100 persen, kita manfaatkan sebaik mungkin. Kami juga mengimbau suporter dari Malang, jika memang tidak mendapatkan tiket jangan memaksakan datang ke Blitar,” ungkapnya.

Menurut dia, penerapan tiket yang dibeli secara online ini juga termasuk upaya meminimalisasi kejadian yang tidak diinginkan.

Berkaca dari kejadian sebelumnya, pihaknya telah memasifkan berbagai upaya termasuk penerbitan kartu tanda anggota (KTA) pada sekitar 1.000 suporter.

Hal tersebut diharapkan dapat meminimalisasi oknum-oknum yang mengatasnamakan suporter untuk berbuat kericuhan. (ham/ady)

 

 

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#Stadion Soeprijadi #bri liga 1 #supporter #Kota Blitar