BLITAR - Manajemen Arema terus mengusahakan keamanan dan keselamatan suporter menjelang laga perdana Liga I pada Senin mendatang (12/8).
Mereka mengerahkan 100 steward dan serius untuk memfilter suporter. Hal itu bertujuan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.
Manajer Operasional Arema, FC Sudarmaji mengatakan, keamanan dan keselamatan menjadi prioritasnya dalam menyelenggarakan pertandingan.
Karena memang ada strategi dan langkah yang harus diantisipasi. Apalagi, isu keselamatan di stadion pada Liga 1 menjadi perhatian semua pihak.
“Maka dari itu, ada beberapa langkah yang dilakukan menejemen untuk tidak ingin mengulangi tragedi Kanjuruhan.
Yakni dengan melibatkan 100 steward, dan tentang perilaku positif suporter harus diedukasi. salah satunya lewat jalur tiket berbasis ID atau KTP,” ujar Sudarmaji.
Dia melanjutkan, tiket berbasis ID ini karena tribunnya juga bernomor. Dengan begitu, tiket dengan tempat duduk harus cocok.
Hal itu untuk dapat terakses dengan sistem yang dapat memantau suporter berhak duduk di tempat tersebut. Selain itu, tidak boleh merokok di tribun stadion.
Tentu nantinya ada petugas yang memberikan edukasi suporter di dalam tribun. Bahkan sebelum masuk stadion juga diskrining karena tidak boleh membuang sembarangan botol di stadion.
“Nantinya ada petugas sendiri yang melakukan skrining di ticketing, dan botol itu diganti dengan minuman tanpa tutup. Memang banyak larangan untuk kebaikan suporter dan Arema,” ungkapnya.
Disinggung terkait kuota penonton, Sudarmaji menyebut tidak membatasi. Memang, pertandingan perdana hanya 3 ribu penonton karena untuk memfilter suporter.
Nantinya jika dalam evaluasi suasana pertandingan aman dan kondisi penonton bagus, maka ditingkatkan menjadi 6 ribu atau 8 ribu penonton.
Target manajemen Arema, pertandingan ketiga bisa meraup 10 ribu penonton. (jar/c1/rka)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila