Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Pemkab Blitar Gelontor Rp 324 M untuk Tekan Kemiskinan, Berikut Rincian Program yang Tersebar

Fajar Rahmad Ali Wardana • Senin, 12 Agustus 2024 | 18:30 WIB
Plt Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Rully Wahyu Prasetyowanto.
Plt Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Rully Wahyu Prasetyowanto.

BLITAR - Pemkab Blitar alokasikan ratusan miliar untuk penanganan kemiskinan. Sebab, angka kemiskinan ditargetkan turun menjadi 6,78 persen tahun depan.

Kepala Bappeda Litbang Kabupaten Blitar memastikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar Rully Wahyu Prasetyowanto mengatakan, Pemkab Blitar konsen tangani kemiskinan. Terbukti dalam 3 tahun terakhir persentase angka kemiskinan terus mengalami penurunan.

Data yang dirilis Badan Pusat Statistk (BPS) Kabupaten Blitar, pada 2024, angka kemiskinan di Kabupaten Blitar turun 0,53 persen.

Yakni dari 8,69 persen menjadi 8,16 persen. Tandanya ada sekitar 3.300 jiwa yang kini masih berstatus miskin dan jadi perhatian pemerintah.

“Untuk menekan angka kemiskinan di Kabupaten Blitar, tahun 2024 ini Pemkab Blitar mengalokasikan anggaran totalnya sekitar Rp 324 miliar untuk program penanganan kemiskinan,” ujar Rully ketika ditemui di kantornya beberapa waktu lalu.

Dari anggaran itu, bappeda mencatat terdapat 39 program penanganan kemiskinan yang tersebar di 25 perangkat daerah.

Anggaran itu difokuskan pada beberapa program dengan nilai yang berbeda. Di antaranya, bantuan kebutuhan siswa miskin (BKSM) dianggarkan sekitar Rp 11 miliar yang meliputi bantuan kepada siswa miskin jenjang SD, SMP, hingga mahasiswa.

Kemudian untuk alokasi BPJS Kesehatan mencapai Rp 34,3 miliar, peningkatan air bersih untuk 19 desa mencapai Rp 14,6 miliar, dan untuk keperluan sanitasi layak mencapai Rp 11,6 miliar.

“Ada program pelatihan kerja dan pemberdayaan masyarakat, bantuan premi untuk jaminan ketenagakerjaan, perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH), dan termasuk bantuan langsung tunai (BLT) dari dana desa serta intervensi dari dinas sosial juga banyak berperan,” ungkapnya.

Pihaknya berharap dengan adanya alokasi anggaran untuk beberapa program ini bisa berdampak pada penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Blitar.

Karena anggaran yang dikeluarkan juga tidak sedikit, maka Pemkab Blitar optimistis bisa mencapai target angka kemiskinan lebih kecil pada tahun depan.

Pemkab Blitar menargetkan angka kemiskinan hanya sekitar 6,78 hingga 5,30 persen tahun 2025. Namun untuk tahun 2045, pihaknya berharap bisa menekan angka kemiskinan hingga 0,39 - 0,18 persen.

“Menurut saya, kerja kolaborasi dapat menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Blitar. Karena masalah kemisikinan itu multidimensional. Banyak pihak terkait yang juga menangani kemiskinan ini,” pungkasnya. (jar/c1/hai)

 

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#bps #Kabupaten Blitar #Pemkab Blitar #kemiskinan