BLITAR – Warga Kelurahan/Kecamatan Sananwetan geger oleh penemuan jasad dalam kondisi mengenaskan di bantalan rel. Diduga pria yang diketahui bernama Sunardi itu tertabrak kereta api pada Senin (12/8) dini hari.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Blitar, kejadian tersebut berawal saat beberapa saksi menemukan jasad sekitar pukul 03.06 WIB.
Kondisinya tergeletak di area rel kereta api petak 120+8 di Jalan Ahmad Yani Kelurahan/Kecamatan Sananwetan Kota Blitar.
“Iya, ada peristiwa laka kereta api, pria bernama Sunardi, 71, warga jalan Dadap, Kelurahan Rembang, Kota Blitar ditabrak kereta api,” terang Kasi Humas Polres Blitar Kota Iptu Samsul Anwar.
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian, jasad pria itu ditemukan dengan kondisi mengenaskan.
Pasalnya, sebagian tubuhnya sudah tercerai berai usai tertabrak dan terlindas kereta api Brawijaya jurusan Malang – Jakarta. “Warga dan petugas KAI segera melapor kejadian ke kantor polisi terdekat,” jelasnya.
Menurut dia, petugas sempat kesulitan mengenali identitas korban karena kondisinya sudah terpisah. Ciri-ciri awal yang diketahui di antaranya tato gambar hati di lengan kanan.
Sedangkan pakaian yang dikenakan saat itu adalah celana sarung bermotif kotak-kotak dan topi rimba berwarna putih.
Jasad tersebut segera dirujuk ke RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar untuk otopsi. “Setelah diselidiki ternyata warga Rembang, diduga bunuh diri,” terangnya.
Sementara itu, security KAI Blitar, Gading mengungkapkan, pihaknya menerima informasi dari Lazarus (PPKA Stasiun Blitar) bahwa ada seseorang yang tertabrak kereta api.
Setelah dilakukan cek di lokasi, ditemukan seorang pria tergeletak di tengah rel dalam keadaan tubuhnya hancur. “Iya, langsung kami laporkan kejadian itu ke Polsek Sananwetan,” ujarnya.
Baca Juga: Laga Perdana Arema FC di Stadion Soeprijadi Kota Blitar, Dewa United Keluhkan Kondisi Lapangan
Berdasarkan obrolan singkat dengan keluarga korban, jelas dia, diketahui bahwa korban telah lama memiliki riwayat penyakit komplikasi dan sering mengeluh untuk mengakhiri hidupnya. Sehingga, peristiwa tersebut diperkirakan merupakan percobaan bunuh diri. (ham/ady)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila