BLITAR - Dinas perindustrian dan perdagangan (disperindag) memastikan tidak ada kendala untuk menyajikan data atau informasi terbaru terkait komoditas pangan. Namun, untuk update sektor yang lain membutuhkan koordinasi lebih lanjut dengan stakeholder lain.
Kepala Disperindag Kabupaten Blitar Darmadi mengatakan, pemerintah berencana membuat semacam bank data untuk meningkatkan performa pelayanan kepada masyarakat. Melalui portal Satu Data Indonesia, pemerintah akan membuat kebijakan yang tepat dan tepat.
“Kami sangat mendukung kebijakan tersebut. Selama ini kami sudah melakukan hal itu,” katanya.
Dia mengatakan, setiap hari timnya melakukan update data. Khususnya data terkait harga-harga bahan pokok (bapok) yang menjadi kebutuhan primer masyarakat. Data tersebut, dikirim atau disampaikan kepada Kementerian Perdagangan dan Disperindag Provinsi Jatim.
“Jadi setiap hari kami sudah rutin laporan atau update harga bapok. Ada admin tersendiri yang menangani laporan ini,” ucapnya.
Data bapok ini diambil dari beberapa pasar besar di Bumi Penataran. Yakni, Pasar Kanigoro dan Pasar Wlingi. Sebab, dua pasar daerah tersebut dinilai sudah mewakili kondisi pasar di Kabupaten Blitar.
“Observasi komoditas ini dilakukan langsung kepada para pedagang di pasar bukan informasi dari kepala pasar. Sehingga pasti lebih akurat,” tegasnya.
Terkait data di bidang lain, Darmadi mengaku belum terbiasa melaporkan perkembangannya. Karena itu, rencananya dia akan berkoordinasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Blitar terkait detail informasi yang patut disajikan dalam laporan atau portal Satu Data Indonesia ini.
Dia mengaku observasi di lingkungan industri dilakukan secara berkala alias tidak sama dengan update data bapok. Sehingga perlu kisi-kisi informasi yang nanti diperlukan untuk mengisi portal data tersebut.
“Terkait sata data ini dibutuhkan kerja kolaboratif. Setahu kami, leading sektornya BPS maka nanti akan koodinasi lebih lanjut,” tuturnya.
Secara prinsip, lanjut dia, pihaknya sepakat bahwa kebijakan pemerintah harus tepat sasaran. Untuk itu, dibutuhkan bahan dan informasi yang tepat untuk memformulasikan program dan kebijakan yang cocok untuk kebutuhan masyarakat. (hai/din)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila