BLITAR - KPU Kabupaten Blitar telah menyelesaikan rapat pleno penetapan daftar pemilih sementara (DPS), Minggu (11/8) di Hotel Puri Perdana.
Mereka menetapkan 965.315 ribu DPS dari hasil pemutakhiran. Tahapan pemutakhiran data pemilih untuk Pilkada Kabupaten Blitar 2024 ini masih panjang.
Ketua KPU Kabupaten Blitar Sugino mengatakan, merinci DPS terdiri pemilih laki-laki sebanyak 481.658 jiwa. Sedangkan sisanya 483.657 jiwa merupakan pemilih perempuan. Sehingga total jumlah DPS kini mencapai 965.315 jiwa.
Jumlah itu tidak jauh berbeda dengan jumlah pemilih di Kecamatan Ponggok pada Pemilu 2024 lalu, yakni mencapai 83.377 pemilih.
“Dalam rapat pleno kemarin ada beberapa interupsi dari Bawaslu dan juga partai politik. Namun telah kami selesaikan. Bawaslu memberi masukan terkait data pindah masuk dan keluar di Kecamatan Wonodadi,” ungkapnya.
Bawaslu Kabupaten Blitar memang meminta terkait data pemilih, karena saat pleno di PPK tidak ditindaklanjuti. Hal itu telah diselesaikan usai Bawaslu meminta data otentiknya, agar bisa ditindaklanjuti.
Ada juga interupsi dari partai politik, karena mereka protes tidak diundang dalam rapat pleno di tingkat desa.
Sugino menanggapi, berdasarkan PKPU yang baru peserta rapat pleno tingkat desa selain PPS, ada pantarlih, perangkat desa, PKD dan tim pasangan calon.
Namun sampai kini tim pasangan calon belum terbentuk. Karena belum ada tim pasangan calon, partai tidak ada yang datang.
“Sebelum rapat pleno di tingkat kabupaten, ada surat edaran dari KPU. Untuk mengundang tim pasangan calon melibatkan parpol yang punya kursi di DPRD, sehingga kami undang mereka di rapat pleno kabupaten. Kalau lainnya aman dan masukan kami sampaikan ke KPU RI,” tutur Sugino.
Usai tahapan DPS, KPU Kabupaten Blitar akan fokus pada persiapan pencalonan kepala daerah. Pihaknya akan berkoordinasi terkait tes kesehatan, pemenuhan administrasi dan lainnya.
“Dalam waktu dekat ini kami akan koordinasi dengan stakeholder untuk kelancaran tahapan pilkada,” pungkasnya. (jar/din)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila