BLITAR - Perombakan Pusat Informasi Agribisnis Ikan Hias (PIAIH) alias pasar ikan di sebelah Stadion Soeprijadi Kota Blitar telah mencapai 24 persen. Pembangunan itu ditargetkan selesai pada November nanti.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DKPP) Kota Blitar Dewi Masitoh mengungkapkan, hasil sidak dari beberapa instansi terkait, progres pembangunan PIAIH mencapai 24 persen. Pembangunan tersebut menghabiskan anggaran senilai Rp 1,7 miliar (M).
“Target pembangunan PIAIH tahun ini harus sudah kelar. Sekarang sudah 24 persen dan optimistis selesai November nanti,” jelasnya, Jumat (9/8).
Menurut dia, progres pembangunan tersebut bakal bisa dimaksimalkan lantaran cuaca kini mendukung.
Karena itu, sebelum memasuki musim penghujan, pihaknya harus benar-benar memaksimalkan cuaca cerah belakangan ini. Kendati begitu, pelaksana proyek harus memaksimalkan proses pengerjaan agar selesai tepat waktu.
“Iya, kalau bisa juga menambah pekerja. Apalagi PIAIH ini nantinya akan menjadi ikon di Kota Blitar,” ungkapnya.
Sesuai perencanaan, wajah anyar PIAIH ini bakal mengusung konsep terbuka di bagian tengahnya.
Kemudian, ada gazebo yang bisa digunakan untuk bursa maupun kontes ikan hias skala nasional. Sebab, tiap dua tahun sekali, Kota Blitar menggelar kontes ikan hias Piala Presiden.
“Sehingga nanti lebih representatif, baik secara tempat maupun lahan parkirnya. Sebab selama ini ketika kontes, lahan parkirnya kurang,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Blitar Santoso mengungkapkan, tim bakal terus melakukan monitoring terhadap sejumlah proyek pembangunan termasuk PIAIH.
Hal tersebut sebagai upaya agar pembangunan bisa selesai sesuai target. “Kalau ada masalah juga bisa segera dicari solusinya,” terangnya.
Dia melanjutkan, pembangunan PIAIH hingga kini telah sesuai dengan target. Meski begitu, dia meminta agar proses kerja semakin ditingkatkan lagi.
Sebelumnya, pagu anggaran untuk rehabilitasi PIAIH ini mencapai Rp 2,3 M, dan setelah proses lelang kontraknya turun menjadi Rp 1,7 M. (ham/c1/din)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila