BLITAR - Pada Senin (12/8/2024) Arema FC berhasil menyelesaikan laga perdananya melawan Dewa United pada pertandingan Liga 1. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Soeprijadi Kota Blitar itu cukup sengit dan berakhir dengan skor imbang 0-0.
Manajemen mengatakan bahwa Arema FC masih akan bermain enam laga di Stadion Soeprijadi Kota Blitar. Pada laga selanjutnya klub sepak bola asal Malang ini akan bertanding melawan Borneo FC yang akan berlangsung pada Sabtu (17/8/2024).
Selama bertanding di Stadion Soeprijadi senin lalu, ternyata banyak momen-momen unik yang terjadi. Ada momen apa saja saat Arema FC bertanding di Blitar? Simak selengkapnya berikut ini.
- Aksi Vandalisme
Pada Jumat (9/8/2024) masyarakat menemui aksi vandalisme pada Stadion Soeprijadi menjelang laga Arema FC vs Dewa United. Di stadion tersebut terdapat coretan yang bertuliskan ‘Tolak Arema FC’.
Ada tiga titik lokasi di sekitar Stadion Soeprijadi yang menjadi sasaran aksi vandalisme menolak kedatangan Arema FC tersebut yakni di pintu gerbang sisi tenggara stadion, di pagar tembok bagian bawah perumahan timur stadion, dan di pagar seng proyek pembangunan Pasar Ikan Hias Kota Blitar yang berada di utara stadion.
- Sekolah Daring
Kepala Dinas Pendidikan Kota Blitar, Dindin Alinurdin, AP mengeluarkan himbauan tentang pelaksanaan kegiatan belajar mengajar pada tanggal 12 Agustus 2024 dilakukan secara daring.
Himbauan tersebut berlaku untuk semua jenjang Pendidikan mulai PAUD hingga SMP baik negeri maupun swasta.
Namun himbauan diperuntukkan untuk sekolah-sekolah yang berlokasi di sekitar Stadion Soeprijadi saja.
- Terjadi benturan pemain Arema FC
Pada laga Arema FC vs Dewa United tepatnya pada detik ke 70, kedua pemain Arema FC yaitu Julian Guevara dan Thales Lira saling berbenturan dan terjatuh.
Setelah mendapat penanganan medis, Thales mampu bangkit, namun tidak dengan Julian yang membuatnya dilarikan ke rumah sakit. Julian mengalami cedera cukup serius yang membuatnya harus absen dari laga selama 2 minggu untuk pemulihan.
- Pemain Asing Belajar Pakai Sarung
Momen satu ini terjadi ketika tim Arema FC mengunjungi Masjid Ar Rahman yang lokasinya berada di samping Stadion Soeprijadi pada malam hari menjelang pertandingan.
Para pemain asing yaitu Thales Lira, Lucas Frigeri, Charles Lokolingoy, dan Julian Guevara yang tidak beragama Muslim tetap masuk untuk melihat area-area Masjid Ar Rahman.
Para pemain asing yang saat itu mengenakan celana pendek tersebut diharuskan memakai sarung untuk masuk area masjid.
Mereka sempat kesulitan memakai sarung karena ini pertama kalinya bagi mereka yang kemudian dibantu beberapa official untuk mengenakan sarung.
Meskipun ada yang tidak bisa memakai sarung dengan rapi, mereka mendapat sambutan hangat dari warga sekitar. (anindya/han)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila