Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno Gelar Literasi Anggrek, Gairahkan Budi Daya dengan Teknik Kultur Jaringan- Aklimatisasi

Teguh Prasetyo • Jumat, 16 Agustus 2024 | 16:47 WIB
PERSILANGAN: Para peserta memperhatikan teknik yang diajarkan yakni mengkawinkan silang anggrek untuk hasilkan bibit unggul. Peserta mempraktikkan pemindahan bibit anggrek dalam botol ke media tanam
PERSILANGAN: Para peserta memperhatikan teknik yang diajarkan yakni mengkawinkan silang anggrek untuk hasilkan bibit unggul. Peserta mempraktikkan pemindahan bibit anggrek dalam botol ke media tanam

BLITAR - Unit Pelaksanan Teknis (UPT) Perpustakaan Proklamator Bung Karno tak pernah berhenti untuk menggairahkan potensi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Blitar. Salah satunya dengan menggelar literasi berbasis inklusi sosial lewat pelatihan budi daya anggrek.

Literasi budi daya tanaman bernama latin Orchidaceae ini merupakan kali kesembilan. Selain itu, kegiatan ini menjadi bentuk keseriusan perpustakaan nasional dalam mengembangkan ekonomi masyarakat secara inklusif melalui kegiatan yang digelar selama tiga hari. Adapun narasumber langsung diundang dari Handoyo Budi Orchid (HBO) Kota Malang.

Pustakawan Ahli Utama UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno, Hartono menegaskan, kegiatan literasi anggrek ini merupakan upaya perpustakaan dalam memberikan pengetahuan, wawasan, keahlian, sekaligus implementasi untuk mengembangkan kemandirian masyarakat secara ekonomi.

Peserta mempraktikkan pemindahan bibit anggrek dalam botol ke media tanam yang lebih besar dengan teknik aklimatisasi
Peserta mempraktikkan pemindahan bibit anggrek dalam botol ke media tanam yang lebih besar dengan teknik aklimatisasi

“Melalui literasi anggrek ini diharapkan dapat meningkatkan ekonomi para peserta. Karena ini juga terintegrasi oleh ide gagasan Bung Karno dalam kemandirian ekonomi,” ungkapnya saat membuka kegiatan literasi anggrek.

Kepala UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno, Nurny Syam mengatakan, ke depannya literasi ini akan terus dikembangkan baik tema maupun kegiatannya.

Karena, literasi ini memberikan paradigma baru dalam pengembangan perpustakaan nasional yang selama ini notabene hanya terkait membaca dan menulis

. “Perpustakaan sudah bertransformasi untuk memberikan ruang pengetahuan, keterampilan, keahlian, dan mengimplementasikan pada masyarakat Indonesia lebih luas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui literasi,” ungkapnya.

Alasan tanaman anggrek kembali diangkat sebagai fokus literasi, jelas dia, karena anggrek adalah tanaman khas dari Indonesia yang juga memiliki banyak keistimewaan.

Selain dapat dibudidayakan di iklim Indonesia, selama ini juga mampu menjadi komoditas yang sangat menguntungkan.

“Ya, tanaman anggrek ini mudah dibudi daya, dan hampir semua jenisnya memiliki harga ekonomi yang sangat baik,” terangnya.

Narasumber dari HBO Malang, Muhammad Tajudin mengaku, melalui kegiatan literasi ini, selain memberikan pemahaman kepada para peserta terkait budi daya anggrek, juga mulai dari nol atau pemula untuk budi daya.

Pelaksanaan literasi anggrek selama tiga hari ini bertema Pembibitan dengan Kultur Jaringan dengan Teknik Aklimatisasi.

“Selama kegiatan literasi ini, peserta diajari memahami teori pembibitan melalui kultur jaringan dengan teknik aklimatisasi. Kemudian, ada  praktik memindahkan media dari bibit hingga perawatan. Selanjutnya, proses pembesaran hingga tumbuh bunga, peserta juga diajarkan tentang teori dan praktiknya,” ungkapnya.

Selain itu, ke depannya para peserta diharapkan dapat melakukan budi daya anggrek secara mandiri, karena dari proses pembibitan hingga pembesaran telah diberikan teori maupun praktik.

Setelah ini ada peserta yang bisa membantu para petani menjaga ketersediaan jenis anggrek hingga plasma nutfahnya.

Salah satu peserta literasi anggrek, Anisa Masari, mengaku sangat senang mengikuti kegiatan literasi ini, selain mendapatkan wawasan dalam mengembangkan tanaman anggrek, khususnya melalui pembibitan dan kultur jaringan.

“Bagaimana cara berbudi daya tanaman anggrek dengan kultur jaringan harus runtut sesuai SOP, sehingga nantinya juga bisa menghasilkan bunga yang bagus dengan proses yang maksimal. Semoga ke depan akan ada narasumber terkait anggrek dari kalangan berbeda,” ujarnya. (guh/c1/ady)

 

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#Perpustakaan Proklamator Bung Karno #literasi #UMKM #Unit Pelaksanan Teknis #budi daya anggrek #Kota Blitar