BLITAR - Polemik lepas hijab yang dilakukan pasukan pengibar bendera (paskibra) nasional pada pengukuhan di Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak berdampak di daerah.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar tidak melarang pemakaian hijab, karena bagian dari prinsip kebhinekaan.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Blitar, Setiyana mengatakan tidak ada pengarahan untuk lepas hijab bagi anggota paskibra putri.
Sehingga anggota paskibra yang telah berhijab tetap memakai pakaiannya dari latihan, karantina hingga selesainya upacara kemerdekaan.
“Indonesia merupakan negara Pancasila, yang menghargai hak asasi setiap manusianya. Maka kami di daerah harus menjunjung tinggi prinsip kebhinekaan itu. Apalagi mayoritas anggota paskibra muslim,” ujar Setiyana saat ditemui di Museum Penataran, kemarin (15/8/2024).
Dia melanjutkan, tidak ada perintah larangan pelepasan hijab di dari pusat kepada daerah. Terbukti sejak latihan, pengukuhan hingga ziarah makam Bung Karno, terlihat hijab masih dikenakan oleh beberapa anggota paskibra putri.
Sehingga polemik lepas hijab paskibra itu hanya terjadi di tingkat nasional dalam beberapa hari terakhir ini.
Namun kini kabarnya Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) telah mengklarifikasi akan meminta 18 paskiraba yang lepas hijab untuk memakainya lagi dalam upacara kemerdekan.
BPIP juga telah meminta maaf kepada publik atas kegaduhan yang terjadi karena kabar larang berhijab bagi paskibraka.
Sementara itu, saat ini anggota paskibra Kabupaten Blitar sudah siap 100 persen untuk melaksanakan proses upacara Hari Kemerdekaan pada 17 Agustus di Alun-Alun Kanigoro. 78 anggota paskibra ini sudah melakukan latihan lebih dari sebulan.
“Anggota paskibra ini dilakukan karantina sejak Selasa 13 Agustus lalu. Lalu pada Rabu malam sudah melakukan mereka dikukuhkan oleh Bupati Blitar. Menjelang hari upacara, mereka rutin latihan atau gladi resik setiap pagi dan sore,” ungkapnya.
Setiyana menambahkan, dalam karantina selama lima hari ini anggota paskibra difokuskan untuk latihan dan pembekalan terkait nilai pancasilan dan semangat cinta tanah air.
Agar mereka memiliki jiwa nasionalisme dan mentalnya kuat. “Doakan saja anggota paskibra dapat lancar melakukan tugasnya,” pungkasnya. (jar/din)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila