Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Pertandingan Aman, Dispendik Kota Blitar Perlonggar Sistem Pembelajaran di Laga Kedua Arema FC

Muhamad Ilham Baha’udin • Senin, 19 Agustus 2024 | 17:00 WIB
TERKUNCI: Dalberto  Luan Belo dikepung dua  pemain Borneo FC pada  pertandingan pekan  kedua Liga 1, Sabtu  (17/8)
TERKUNCI: Dalberto Luan Belo dikepung dua pemain Borneo FC pada pertandingan pekan kedua Liga 1, Sabtu (17/8)

BLITAR - Kini memasuki pekan kedua Stadion Soeprijadi menjadi home base Arema FC dalam laga Liga 1 2024.

Pada pertandingan perdana, santer dihebohkan penerbitan surat edaran (SE) daring untuk pelajar. Masyarakat menilai pemberlakuan kebijakan itu terlalu mendramatisasi peristiwa.

Menanggapi hal itu, Dewan Pendidikan Kota Blitar Damanhuri mengungkapkan bahwa apa yang dilakukan Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Blitar sudah berdasarkan berbagai pertimbangan.

Pasalnya, Kota Blitar baru kali ini menjadi tuan rumah dalam liga profesional tingkat pertama itu.

“Kami menghargai apa yang dilakukan dispendik dengan menjaga anak didiknya. Tentu dalam pertandingan yang menghadirkan khalayak ramai tidak bisa lepas dari euforia penonton,” ungkapnya, Kamis (15/8/2024).

Dia melanjutkan, sebagai tuan rumah yang baru pertama kali ini menjamu tim besar dari penjuru Nusantara, tentu perlu mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Berkaca pada pertandingan pekan ke-11 Liga 1 tahun 2022 di Stadion Kanjuruhan, Malang, yang menewaskan ratusan orang, tentu dengan diedarkan SE ini sambil dilihat bagaimana jalannya pertandingan.

Menurut dia, pertandingan perdana itu berlangsung kondusif dengan berbagai pengawalan ketat dari personel gabungan yang diterjunkan oleh Polres Blitar Kota. Dengan begitu, dispendik tentu bakal mengevaluasi kembali sistem kegiatan belajar mengajar.

“Iya, barangkali nanti daring bisa difokuskan untuk sekolah yang dalam radius pusat, kegiatan atau memberikan pemotongan jam pembelajaran,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dispendik Kota Blitar Dindin Alinurdin menjelaskan, SE tersebut hanya berlaku pada pertandingan perdana.

Pada pertandingan pekan kedua atau bertepatan dengan HUT RI 17 Agustus, para siswa memang tidak ada kegiatan belajar mengajar karena hanya mengikuti upacara.

“Hanya berlaku di pertandingan perdana kemarin. Pertandingan kedua pun, siswa hanya upacara, tidak ada pembelajaran,” bebernya.

Menurut dia, pembelajaran daring ini bukanlah suatu hal baru pada sistem pendidikan saat ini. Sebab, di era digitalisasi kini tidak bisa hanya dengan sistem lama. Tentu perlu mengimbangi perkembangan yang ada.

“Iya, penerapan daring kemarin selain untuk mengurangi kepadatan jalan raya, juga untuk menyukseskan program dari pemerintah,” pungkasnya. (ham/c1/din)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#kebijakan #liga 1 #Dispendik #Arema FC #Kota Blitar