Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Ratusan Balita di Kota Blitar Terindikasi Wasting, Dinkes: Para Orang Tua Harus Lebih Perhatikan Pola Asuh

Muhamad Ilham Baha’udin • Senin, 19 Agustus 2024 | 21:00 WIB
Ratusan anak bawah lima tahun (balita) di Bumi Bung Karno terindikasi wasting atau kekurangan gizi.
Ratusan anak bawah lima tahun (balita) di Bumi Bung Karno terindikasi wasting atau kekurangan gizi.

BLITAR - Ratusan anak bawah lima tahun (balita) di Bumi Bung Karno terindikasi wasting atau kekurangan gizi. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar mengimbau perhatikan pola asuh.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Blitar Endang Purwono mengungkapkan ada salah satu masalah gizi yang perlu diperhatikan selain stunting yakni wasting.

Kondisi itu mempengaruhi berat badan balita yang turun jauh di bawah standar kurva pertumbuhan.

“Iya, kalau dilihat dari data wasting ini lebih tinggi ketimbang obesitas pada balita,” ungkapnya Rabu (14/8/2024).

Berdasarkan data yang dihimpun Dinkes Kota Blitar tercatat 361 balita dari 8.439 terindikasi wasting.

Pemkot tidak lepas tangan dengan temuan itu, salah satu upaya yang dilakukan yakni dengan pendistribusian pemberian makanan tambahan (PMT) untuk penanggulangan gizi kurang pada balita. PMT yang diberikan berupa kudapan yang aman dan mengandung nilai gizi yang tinggi.

Menurut dia, kasus wasting ini tidak melulu pada warga kurang mampu. Pasalnya, kondisi wasting ini sangat berpengaruh dari pola asuh orang tua bukan dari kemampuan finansial orang tua.

“Iya, kalau pola asuhnya kurang tepat bisa terdampak. Maka kami imbau untuk orang tua lebih memperhatikan pola asuh,” jelasnya.

Selain konsumsi dengan gizi seimbang, lanjut dia, perlu memperhatikan keanekaragaman pangan serta cara pemberian.

Terlebih jika balita tersebut dititipkan pada pengasuh perlu dengan giat melakukan monitoring. Tak hanya itu, orang tua juga tidak boleh abai dengan perkembangan berat badan apalagi jika turun secara berkala untuk mengantisipasi wasting.

Kendati sama-sama termasuk dalam gizi buruk yang kerapkali terjadi pada anak-anak, wasting dan stunting sama sekali berbeda.

Jika anak yang stunting dapat dilihat dari tinggi badannya, maka anak yang wasting ini dilihat dari berat badannya.

“Tentu, penting untuk mengedukasi masyarakat terutama orang tua untuk memperhatikan asupan gizi pada anaknya. Dengan begitu, anak bisa tumbuh secara optimal,” pungkasnya. (ham/din)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#kekurangan gizi #pola asuh #dinas kesehatan #Wasting #Kota Blitar