BLITAR - Satu lapangan sepak takraw di area Sport Center Kota Blitar bakal dialihfungsikan sebagai lapangan basket khusus anak. Sebab, minat pada cabang olahraga (cabor) basket lebih tinggi ketimbang sepak takraw.
Pengalihfungsian itu berdasarkan evaluasi Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Blitar dengan mempertimbangkan masukan dari masyarakat. Satu lapangan basket di sport center dinilai belum cukup untuk tempat berlatih.
“Kondisi membuat antrean untuk bermain begitu panjang bahkan sampai malam,” jelas Kepala Dispora Kota Blitar, M. Aminnurcholis, kemarin.
Menurut dia, antrean panjang itu didominasi oleh kalangan pelajar tingkat SD dan SMP. Sehingga, pihaknya berinisiatif membangun satu lagi lapangan basket khusus anak.
“Tentu untuk ukurannya berbeda dengan lapangan basket dewasa ya. Jadi ini fasilitas khusus untuk anak-anak agar tidak antre sampai malam,” terangnya.
Lapangan basket khusus anak, lanjut dia, bakal ditempatkan di sebelah timur lapangan basket dewasa dengan memangkas salah satu lapangan sepak takraw.
Berdasarkan evaluasi, penggunaan dua lapangan sepak takraw dinilai kurang maksimal karena atlet dari cabor tersebut biasa menggunakan satu lapangan.
“Sehingga tanpa mengurangi tempat latihan sepak takraw, maka salah satunya dialihfungsikan sebagai lapangan basket khusus anak,” bebernya.
Anggaran yang disiapkan untuk penambahan fasilitas itu sebesar Rp 180 juta. Rencananya, pembangunan lapangan basket khusus anak dimulai bulan ini.
“Kami targetkan paling lama selesai dalam tiga bulan. Karena untuk proses pengecoran nanti juga butuh waktu,” katanya.
Di samping itu, berbagai pemeliharaan fasilitas-fasilitas olahraga terus dimasifkan karena tingginya minat masyarakat untuk berolahraga akhir-akhir ini.
Tak hanya itu, bakal ada penambahan fasilitas untuk cabor yang saat ini belum terfasilitasi di sport center.
”Tentu ini terus kami kembangkan karena minat masyarakat dalam olahraga sangat tinggi ya. Beberapa cabor yang belum terfasilitasi di Sport Center juga akan ditambahkan menyesuaikan dengan anggaran yang ada,” pungkasnya. (ham/sub)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila