Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Hanya Setahun, Muncul 21 Pabrik Rokok Baru di Kabupaten Blitar, Disperindag Beri Dukungan dengan Program Ini

Mohammad Syafi'uddin • Selasa, 20 Agustus 2024 | 22:00 WIB
MENGAIS REZEKI: Ratusan pekerja pabrik rokok ketika melakukan aktivitas harian.
MENGAIS REZEKI: Ratusan pekerja pabrik rokok ketika melakukan aktivitas harian.

BLITAR - Perkembangan industri rokok di Kabupaten Blitar tahun ini pesat. Dari data Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Blitar sampai kini sudah ada 21 pabrik rokok yang aktif. Tidak hanya itu, masih ada 5 lagi akan memproses izin usaha.

Kepala Bidang Perindustrian, Disperindag Kabupaten Blitar, Temy Sevidiana menegaskan, sudah melakukan berbagai upaya untuk mendukung perkembangan usaha rokok.

Tindakan yang dilakukan mulai membuka pelatihan kerja, khususnya dalam pembuatan rokok manual.

“Tahun ini kita membuat 3 gelombang pelatihan. Kemarin itu awalnya di Srengat dan besok itu kita akan melakukan pelatihan lagi di Wlingi. Nanti setelah pelatihan ini, peserta bisa langsung diterima untuk menjadi karyawan,” terangnya.

Sedangkan untuk jumlah anggaran yang dikucurkan untuk penyelenggaraan pelatihan ini tidak bisa mengutarakan.

Alasannya, anggaran tersebut terakumulasi dalam satu tahun, dan di tahun ini diperkirakan ada sekitar Rp 800 juta. Sehingga secara rinci tidak mengetahui berapa besaran biaya yang digunakan untuk pelatihan.

Dia memastikan bahwa anggaran itu bersumber dari dana bagi hasil cukai dan hasil tembakau (DBHCHT).

“Di disperindag itu ada berbagai kegiatan. Jadi tidak bisa diketahui berapa anggaran yang dibutuhkan sekali pelatihan. Soalnya setiap tahun selalu berbeda,” imbuhnya.

Dia berharap dengan kegiatan yang dilakukan bisa menunjang pergerakan perekonomian di kabupaten.

Alasannya, dengan naiknya kemampuan masyarakat, pihak perusahaan rokok bisa langsung merekrut tenaga kerja untuk mengurangi angka pengangguran.

Selain itu, dengan adanya pelatihan ini pengusaha rokok bisa meningkatkan jumlah produksi rokoknya.

Sejauh ini persebaran pabrik rokok sudah merata di wilayah Kabupaten Blitar. Seperti di Udanawu, Jatilengger, Selopuro, dan Selorejo.

Dari 21 pabrik rokok yang ada, kebanyakan masih industri kecil dan memilih usaha dalam pembuatan rokok kretek.

“Mereka (pengusaha, Red) ini ada yang bekerjasama dengan petani tembakau lokal ada juga yang ambil tembakau dari luar. Tergantung rasa atau ciri khas rokok yang dibuat. Tapi memang kebanyakan masih manual,” ujarnya. (mg2/ady)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#Kabupaten Blitar #Disperindag #Industri rokok #pabrik rokok