Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Pendapatan dari Pajak Ditarget Rp 130 M, Bapenda Kabupaten Blitar: Yakin Akhir Tahun Penuhi Target

Mohammad Syafi'uddin • Sabtu, 24 Agustus 2024 | 22:03 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

BLITAR - Mayoritas anggaran yang dikelola di Bumi Penataran bersumber dari pusat. Pasalnya, perolehan dari pendapatan asli daerah (PAD) masih terbatas.

Padahal, kebutuhan belanja mencapai lebih dari Rp 2 triliun per tahun. 

Kasubid Pelayanan dan Konsultasi Pajak Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Blitar, Imam Solichin mengungkapkan, target PAD dari sektor pajak tahun ini sekitar Rp 130 miliar (M).

Lalu, anggaran yang dibutuhkan untuk menjalankan roda pemerintahan tiap tahun rata-rata sekitar Rp 2 triliun.

“Jika dibandingkan dengan anggaran kebutuhan Kabupaten Blitar, PAD kita ini tidak sampai 10 persennya,” ungkapnya.

Tidak hanya dari sektor pajak yang digunakan untuk pembangunan di Kabupaten Blitar. Ada pendapatan daerah lain yang bisa digunakan, misalnya pos retribusi daerah.

Kendati demikian, jumlah anggran yang diperoleh masih sangat jauh dari yang diharapkan.

Beruntung, setiap tahun pemerintah pusat menyalurkan dana perimbangan yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) berupa dana alokasi umum (DAU), dana bagi hasil (DBH), dan dana alokasi khusus (DAK).

Dengan begitu pelayanan kepada masyarakat dan pembangunan di Bumi Penataran tetap bisa dilaksanakan.

Dia menegaskan bahwa pemerintah Kabupaten Blitar juga masih berusaha agar ketergantungan ini bisa berkurang. Namun, proses ini membutuhkan durasi yang cukup lama sehingga terpaksa menggantungkan dana dari pusat.

Dari data bapenda di tahun ini, pemerolehan pajak Daerah ditargetkan sekitar Rp 130 M. Namun, dari target yang sudah ditentukan tersebut, anggaran yang terkumpul hingga Juli lalu masih sekitar 30 persen atau Rp 30,1 M.

“Dari tahun ke tahun memang seperti ini. Tapi, kami yakin hingga akhir tahun nanti kami bisa memenuhi target yang sudah ditentukan.

Seperti tahun lalu yang melebihi target sampai 100 persen lebih,” ujarnya. Dia mengungkapkan, kondisi ini terjadi karena beberapa pajak seperti Pbb-p2 membutuhkan petugas pembantu yakni perangkat desa.

Namun, saat ini di desa masih sibuk merayakan HUT RI bulan ini. Dia menyakini bahwa pendapatan dari pajak akan bertumbuh seusai perayaan ini. (mg2/c1/hai)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#Kabupaten Blitar #bapenda #PAD (Pendapatan Asli Daerah)