BLITAR - Warga Desa Sumberkembar, Kecamatan Binangun, harus bersabar. Sebab, usulan bantuan pembangunan jalan dari pemerintah pusat masih ditangguhkan. Pemerintah daerah hanya bisa menyicil.
Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Blitar, Hamdan Zulkifli Kurniawan, mengatakan bahwa tahun lalu sudah mengusulkan enam ruas jalan rusak ke pemerintah pusat untuk mendapatkan dukungan pembangunan.
Salah satunya ruas Binangun-Sumberkembar. Sayangnya, pemerintah pusat belum menyetujui proposal bantuan itu.
“Untuk ruas Binangun-Sumberkembar, kami terus mengusahakan dengan membangun jalan nyicil setiap tahun. Kami akan usulkan ruas ini ke pemerintah pusat agar tahun depan ada bantuan dari kementerian,” ujar Hamdan, sapaan akrabnya.
Dia melanjutkan, Pemkab Blitar hanya mampu mengalokasikan anggaran kurang dari Rp 1 miliar di ruas jalan tersebut. Karena menggunakan konstruksi beton, panjang ruas jalan yang berhasil diperbaiki tidak banyak.
Hamdan mengakui masyarakat membutuhkan akses yang baik di jalur tersebut. Pasalnya, jalur atau ruas jalan ini menjadi sarana penghubung antarkecamatan.
Dari enam yang diajukan, hanya dua ruas yang disetujui oleh pemerintah pusat, yakni ruas Brongkos-Ngembul dan Sidomulyo-Bakung.
Kemudian yang belum bantuan pembangunan jalan, di antaranya ruas Binangun–Sumberkembar; Kedungbanteng– Sidomulyo, Kecamatan Bakung; Gununggede-Sumberbendo, Kecamatan Wonotirto; dan ruas Sidomulyo yang mengarah ke Pantai Pasur.
“Dua ruas yang disetujui itu diajukan karena rusak parah dan membutuhkan anggaran besar. Untuk ruas Brongkos-Ngembul lanjutan dikerjakan sepanjang 4,5 kilometer dengan anggaran Rp 27 miliar, sedangkan Sidomulyo–Bakung Rp 17 miliar dengan konstruksi hotmix sepanjang 3 kilometer,” ungkapnya.
Hamdan menyebut ruas Sidomulyo–Bakung ini menyambung ruas Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung.
Ruas itu juga termasuk yang mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat. Alhasil, akses menuju Pantai Pangi kini lebih mudah.
Dua ruas yang dikerjakan oleh pemerintah pusat itu ditargetkan selesai akhir tahun ini. Dengan begitu, liburan tahun baru dapat dilewati oleh pengendara dari luar kota.
“Kami mengutamakan pembangunan atau perbaikan jalan untuk akses wisata, terutama di pantai. Sehingga saat ini kita fokus ke sirip JLS, Panggungrejo, Wonotirto, dan Bakung,” pungkasnya. (jar/c1/hai)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila