Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Pencari Kerja Lulusan SMA/SMK di Kabupaten Blitar Capai 70 Persen, Ini Kata Disnaker

Mohammad Syafi'uddin • Senin, 26 Agustus 2024 | 22:00 WIB
RAPI: Ratusan pencari kerja sedang berburu lowongan kerja saat ada job fair di SMKN 1 Kademangan beberapa waktu lalu.
RAPI: Ratusan pencari kerja sedang berburu lowongan kerja saat ada job fair di SMKN 1 Kademangan beberapa waktu lalu.

BLITAR - Tamatan sekolah menengah atas (SMA) atau sekolah menengah kejuruan (SMK) mendominasi pelamar pekerjaan. Bahkan, tren tiap tahun terus mengalami kenaikan.

Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Blitar, Yopie Kharisma Sanusi mengatakan, selama kurun waktu Januari hinggga Agustus ini sudah ada 2.362 orang melamar pekerjaan. Dari data tersebut, diketahui bahwa 70 persen merupakan lulusan SMA sederajat.

Sisanya yakni 30 persen terdiri dari berbagai lulusan. Salah satunya ialah lulusan S-1 yang turut mencari pekerjaan. Namun, jumlahnya tidak seberapa jika dibandingkan dengan lulusan SMA sederajat.

“Sekarang ini pelamar pekerjaan terbanyak masih didominasi lulusan SMA sederajat, terutama yang lulusan SMK. Mereka (lulusan SMK) memang dididik untuk langsung bekerja,” terangnya.

Dia menjelaskan, fenomena itu tidak jauh beda dengan tren di tahun sebelumnya yang kebanyakan pelamar kerja merupakan lulusan SMA biasa.

Namun, karena semakin banyak SMK yang bermunculan dan dirasa lulusan SMK lebih menjanjikan, banyak perusahaan-perusahan yang bekerja sama dengan SMK.

“Sekarang-sekarang ini yang dibutuhkan lulusan SMK. Bahkan, ada perusahaan minimarket besar yang kerja sama dengan sekolah untuk menciptakan lulusan yang terampil bekerja di minimarket,” ungkapnya.

Jumlah lulusan SMK selalu bertambah dari tahun ke tahun. Secara pasti memang harus membuka data lulusan tiap tahun siswa SMK dengan bekerja sama lewat sekolah.

Minimnya lulusan S-1 yang melamar pekerjaan, menurut Yophie, disebabkan para pencari kerja ini cenderung langsung mengajukan lamaran ke perusahaan terkait.

Jikapun ke disnaker, hanya meminta pembuatan kartu kuning yang diperuntukkan sebagai tanda pencari kerja. (mg2/c1/din)

 

 

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#melamar pekerjaan #Kabupaten Blitar #pelamar kerja #Disnaker