Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Pembudidaya Anggrek di Blitar Berikan Tips Hasilkan Harga Stabil Tinggi dengan Teknik Kultur Jaringan, Begini Caranya

Teguh Prasetyo • Senin, 26 Agustus 2024 | 19:30 WIB
CANTIK: Dendrobium stratiotes orchid, salah satu anggrek hasil teknik budidaya kultur jaringan.
CANTIK: Dendrobium stratiotes orchid, salah satu anggrek hasil teknik budidaya kultur jaringan.

BLITAR - Anggrek merupakan tumbuhan bunga yang berasal dari daerah hutan tropis basah yang memiliki jenis beraneka ragam.

Tumbuhan yang memiliki kelamin ganda atau disebut hermafrodit menjadikan jenis yang beraneka ragam dan dapat dibudidayakan dengan beberapa cara.

Berbagai wilayah di Indonesia memiliki beragam cara membudidayakan tumbuhan anggrek untuk mendapatkan suatu jenis yang memiliki harga jual tinggi.

Salah satu pembudidaya anggrek adalah Muhammad Tajudin bersama komunitas pembudidaya anggrek yang memiliki basecamp di Desa Minggirsari, Kecamatan Kanigoro.

Dia yang memiliki latar belakang pendidikan dari Politeknik Negeri Jember Jurusan Pertanian, melakukan teknik budidaya anggrek, salah satunya dengan kultur jaringan.

Proses pembudidayaan anggrek itu menghasilkan bunga yang memiliki harga jual tinggi.

Muhammad Tajudin memberikan tips bagaimana membudidayakan anggrek dengan minimal kegagalan.

Melalui teknik kultur jaringan atau seedling yang dikembangbiakkan di laboratorium, yang perlu diperhatikan proses bagaimana penyesuaian benih yang disemai, hingga dipindahkan ke media untuk dilakukan proses pembesaran.“Harus melalui tahapan yang sesuai standar operasional prosedur (SOP),” bebernya.

Tajudin melanjutkan, tahapan yang dilakukan harus berurutan, dari pemilihan bakal bunga yang akan dikawinkan dengan indukan yang bagus.

Pengambilan serbuk sari sebaiknya dilakukan 7-10 hari setelah bunga mekar. Jika benih sudah siap, bisa dilakukan penanaman benih dengan menggunakan media buatan yang terbuat dari bahan organik, melalui tahap sterilisasi dan ditanam di dalam botol.

Pada tahapan aklimatisasi bibit, merupakan kegiatan memindahkan bibit dari botol dan ditanam di dalam pot dengan media moss.

Bibit tanaman berupa bibit dalam botol yang berasal dari perbanyakan generatif dengan seedling. Bibit dalam botol yang dapat ditanam dalam pot kompot adalah bibit yang telah memiliki minimal dua akar dan dua daun.

Lanjut Tajudin, kegiatan dalam aklimatisasi ini meliputi persiapan pemindahan bibit ke dalam pot yang sudah diisi dengan media tanam moss.

Pencabutan atau pengeluaran bibit dari botol dilakukan dengan mengeluarkan satu per satu bibit dari botol dengan menggunakan kawat dengan ujung huruf U, yang selanjutnya dicuci dengan air bersih. Selanjutnya tahap penanaman dilakukan di dalam pot.

“Masa pembibitan merupakan masa yang memiliki peranan penting dalam membentuk tanaman muda menjadi tanaman dewasa untuk tumbuh secara optimal,” ungkapnya. (apr/guh/ynu)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#Tumbuhan #anggrek #teknik budidaya tanaman #Kota Blitar