BLITAR - Ingin untung dalam berusaha, kuncinya sabar dan telaten. Seperti memelihara kambing hias etawa. Ada beberapa syarat yang harus dimiliki, misalnya bentuk dan lebar kandang, pemberian makan dan asupan yang sesuai. Jika melenceng, kambing bisa menjadi tidak standar.
Terletak di Desa/Kecamatan Kanigoro, Jalan Kota Baru. Memasuki gang semobil menuju ke barat sekitar 200 meter, sisi utara jalan, berdiri kediaman Sutikno.
Di belakang rumah yang memanjang tersebut, terdapat kandang yang terlihat megah dengan kayu pernis.
Pria 54 tahun mengaku, pembangunan kendang memakan biaya Rp 40 juta. Belum termasuk dua kayu jenis Mahoni besar yang digunakan. Sebagian yang lain dari kayu Joar yang dibeli dari Kediri, karena di Blitar belum ada yang menanam kayu ini.
Dari pengakunya, pemanfaatan kayu Joar ini sangat penting. Karena kayu ini sudah terjamin kekuatan untuk landasan dan pagar kandang. Meskipun terkena kotoran maupun terkena tanduk, kambing masih kuat dan tidak lapuk.
Bangunan kendang yang terlihat megah ini memang disengaja untuk menjaga kondisi kambing agar tetap bagus.
Bahkan, keseluruhan bangunan tersebut sudah dipernis dan pinggiranya sudah dihaluskan agar tidak menyakiti kambing. Tidak hanya itu, lantai depannya juga sudah menggunakan marmer.
“Awalnya itu saya lihat dari teman dan dari medsos. Terus saya pengin dan berusaha mendirikan kandang kambing ini. Soalnya ini penting untuk pertumbuhan kambing kontes,” ungkapnya.
Setiap kotak memerlukan ruangan sekitar dua meter persegi. Dengan berisi satu atau dua kambing, tergantung besar kambingnya. Jika ini diabaikan, kambing akan kekurangan ruang
gerak dan dapat memengaruhi kesehatannya. Jika ditotal, rumah kambing ini memiliki panjang sekitar 10,5 meter.
Tidak berhenti di situ, untuk mempertahankan kondisi kesehatan dan kecantikan kambing etawa hias ini, Sutikno harus memeperhatikan kebersihan kandang, waktu makan, dan
jenis makanan.
“Makanan untuk kambing etawa ini tidak perlu banyak-banyak. Bahkan, saya tidak ada ukuran pasti berapa pemberian pakan yang diberikan, yang penting itu bergizi. Kalau saya itu cukup memberi makan comboran dan fermentasian pada sore hari sekitar pukul 15.00,”
ujarnya.
Menurut dia, perawatan tersebut memang harus dilakukan agar kambing bisa tampil cantik. Penilaiannya pun ada macam-macam, seperti dari telinga yang panjang, mulut bawah
yang menonjol, hidung kambing yang tipis, mata, dagu, dan bentuk kepala memiliki penilaian masing-masing. (mg2/c1/ady)