BLITAR - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Blitar gerak cepat mengantisipasi musibah kekeringan. Ada puluhan tandon air yang telah disiapkan untuk menampung dropping air bersih.
Kepala BPBD Kota Blitar, Agus Suherli mengatakan, meski hingga saat ini belum ada laporan kekeringan imbas kemarau, pihaknya tetap mengantisipasi kemungkinan musibah itu terjadi. Salah satunya, menyiagakan personel dan sarana prasarana.
“Iya, memang kemarau tahun ini datangnya lebih awal. Meski saat ini belum ada laporan kekeringan di Kota Blitar, tapi sudah kami siagakan personel dan sarana prasarana,” ungkapnya, Rabu (21/8).
Menurut dia, dari pengalaman peristiwa kekeringan di Kota Blitar tahun lalu, BPBD kekurangan tandon untuk menampung air hasil dropping masyarakat.
Untuk itu, BPBD menyiapkan 21 tandon untuk menampung dropping air bersih yang akan didistribusikan ke masyarakat.
“Itu salah satu yang kurang tahun lalu, yakni tandon untuk menyimpan air bersih,” tegasnya.
Tahun lalu, BPBD Kota Blitar hanya memiliki enam tandon air. Kendati begitu, berdasarkan evaluasi tahun lalu, jumlah tersebut belum mumpuni untuk memfasilitasi masyarakat. Karena itu, pihaknya segera mengusulkan bantuan pada pemerintah provinsi (pemprov).
“Tahun ini kami dapat bantuan 15 unit dari pemprov. Satu tandon memiliki kapasitas 1.200 liter,” jelasnya.
Dari evaluasi tahun lalu, lanjut dia, krisis air terjadi pada 21 titik yang tersebar di tujuh kelurahan dari tiga kecamatan yang ada di Kota Blitar. Ada sekitar lima fasilitas umum dan 514 kepala keluarga (KK) atau sejumlah lebih dari 1.500 jiwa yang terdampak krisis air bersih.
“Tahun lalu, jumlah tandon kami terbatas, sehingga membuat penampungan air dari terpal. Krisis air yang paling parah biasanya di wilayah kota bagian utara,” bebernya.
Dia berharap dengan penambahan tandon tersebut dapat mencukupi dropping air bersih pada masyarakat yang terdampak. Dengan begitu, kebutuhan masyarakat akan air bersih bisa tercukupi.
“Mudah-mudahan, meskipun nanti terjadi kemarau, tapi tidak sampai terjadi krisis air,” pungkasnya. (ham/c1/ady)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila