Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Begini Progres Pembenahan Lapangan Stadion Soeprijadi Blitar, Tingkatkan Kualitas dengan Perataan-Sulam Rumput

M. Subchan Abdullah • Kamis, 29 Agustus 2024 | 17:13 WIB
NAIKKAN GRADE: Pembenahan rumput Stadion Soeprijadi Kota Blitar terus dikebut oleh pelaksana proyek yang dikontrak Manajemen
NAIKKAN GRADE: Pembenahan rumput Stadion Soeprijadi Kota Blitar terus dikebut oleh pelaksana proyek yang dikontrak Manajemen

BLITAR - Perbaikan rumput Stadion Soeprijadi, Kota Blitar, terus dikebut. Manajemen Arema FC berharap pembenahan selesai lebih cepat. Pertandingan kandang pun bisa kembali dihelat di stadion kebanggaan warga Bumi Bung Karno tersebut.

Pekan lalu, pelaksana proyek perbaikan rumput stadion sudah menyelesaikan perbaikan tahap pertama. Yakni, aeration, top dressing, dan melanjutkan dengan penebaran kapur, obat cacing, serta pemupukan.

”Itu bertujuan untuk mempercepat proses pemulihan dan pertumbuhan rumput,” kata General Manager Arema FC, Muhammad Yusrinal Fitriandi, dalam keterangan tertulis.

Manajemen Arema mengapresiasi pelaksana proyek karena sudah menyelesaikan tahap pertama lebih cepat. Di tahap berikutnya, manajemen berharap pekerjaan bisa semakin optimal.

”Proses aeration dan top dressing merupakan langkah yang tepat untuk mengatasi masalah yang ada," ujarnya.

Sebagai informasi, aeration merupakan metode pemeliharaan rumput dengan cara mengaerasi tanah. Lalu, top dressing adalah cara untuk memperbaiki permukaan lapangan dan memberikan nutrisi tambahan. Nutrisi tambahan itu bisa berupa pemupukan dan pemberian kapur.

Berdasarkan laporan dari pelaksana proyek yang diterima Manajemen Arema FC, lapangan Stadion Soeprijadi memang butuh pembenahan.

Kondisi tanahnya keras dan banyak ditemukan rumah cacing yang disebut menjadi kendala utama. Kondisi ini mengakibatkan aliran bola tidak lancar dan kualitas permainan tim terganggu. 

Untuk mengatasi kondisi tersebut, pelaksana sudah melakukan upaya pengurangan populasi cacing. Salah satunya dengan menggunakan bahan kimia Nematisida.

Tujuannya untuk mengurangi populasi cacing tanah dan mencegah kotoran cacing naik ke permukaan lapangan.

Selain itu, pelaksana juga akan melakukan releveling dan sulam pada lapangan dalam waktu dua bulan ke depan. Hal ini bertujuan untuk membuat permukaan lapangan lebih rata dan sempurna.

”Kami optimistis perbaikan ini bisa meningkatkan kualitas lapangan stadion secara signifikan. Hal ini tidak hanya penting bagi performa Arema FC, tetapi juga akan meningkatkan grade kualitas lapangan secara keseluruhan," kata Inal.

Sebelumnya, diketahui, Arema FC terkena teguran keras dari Liga Indonesia Baru (LIB) perihal kondisi lapangan Stadion Soeprijadi yang kurang bagus.

Itu terjadi setelah mendapat keluhan dari tim lawan. Dari keluhan itulah, manajemen Arema langsung bergerak cepat untuk membenahi rumput dengan menggandeng pihak ketiga. Yakni, PT Harapan Jaya Lestarindo selaku kontraktor proyek. (*/c1/din)

 

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#Stadion Soeprijadi #rumput stadion #Arema FC #Kota Blitar