BLITAR - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Blitar terus melakukan promosi terhadap Museum Penataran.
Kini dengan menyelenggarakan lomba cerdas cermat tingkat SMP/MTs se-Kabupaten Blitar Kamis (29/8/2024). Selain pengenalan, acara ini juga untuk meningkatkan kunjungan museum.
Ratusan siswa antusias mengikuti jalannya acara sejak pagi hari. Lomba digelar selama dua hari yaitu pada 28-29 Agustus. Adapun tema yang diangkat sebagai materi lomba adalah museum, cagar budaya, dan sejarah Blitar.
“Kami mengadakan lomba cerdas cermat tingkat SMP/MTs ini untuk mempromosikan Museum Penataran. Agar menjadi kebanggaan Kabupaten Blitar. Sehingga, seluruh masyarakat menjadi tahu Museum Penataran dan isinya,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Disbudpar Kabupaten Blitar, Ainu Rofiq.
Dia melanjutkan, lomba cerdas cermat ini juga menjadi sarana edukasi. Apalagi, pesertanya merupakan pelajar yang masih duduk di tingkat SMP/MTs. Acara ini terbukti sukses menarik minat siswa karena ada 35 peserta yang ikut berpartisipasi dalam kompetisi ini.
Rofiq, sapaan akrabnya, menyebut bahwa peserta telah diberikan pendidikan kilat oleh disbudpar dengan program belajar bersama sebelum perlombaan.
Hal itu untuk membekali peserta dalam kompetisi cerdas cermat. Namun, di luar lomba, program belajar bersama sering dilakukan oleh bidang kebudayaan.
Para guru pembimbing dipersilakan untuk menyaksikan anak didiknya yang bertanding melalaui layar monitor yang dipersiapkan di pendapa museum. Materi yang diujikan tentu tak jauh dari sosok-sosok pemimpin Blitar, situs kuno, hingga latar belakang wilayah.
“Lomba cerdas cermat ini sudah dilakukan tiga kali ini. Rencananya, tahun depan akan diadakan untuk SMA. Karena materi yang dibawakan di cerdas cermat ini memang berat,” ungkapnya.
Kompetisi ini sukses mendapatkan enam besar terbaik dan mampu menjawab pertanyaan dengan tepat. Juara 1 diraih oleh SMPN 1 Kesamben, juara 2 didapat SMPN 1 Sutojayan, dan juara 3 diterima SMP AL ASHFA.
Kemudian untuk harapan 1 diraih SMP Mambaul Hisan, harapan 2 didapat SMPN 1 Bakung, dan harapan 3 diterima MTSn 4 Blitar.
Rofiq berharap dengan lomba cerdas cermat ini dapat lebih memperkenalkan Museum Penataran, cagar budaya, dan sejarah, sesuai temanya. Agar dapat dikenal oleh generasi penerus di Bumi Penataran.
“Tujuan utamanya dapat meningkatkan kunjungan dari Museum Penataran karena sebagai sarana edukasi, penyimpanan benda sejarah, dan rekreasi masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, peserta dari SMPN 1 Kesamben, Bagas Setiawan, mengatakan telah belajar dengan sungguh-sungguh dan siap materi yang dipelajari untuk cerdas cermat ini. Termasuk telah menghafal materi dengan teliti.
“Kami telah siap menjawab soal dan tidak terburu-buru, terpenting santai saja. Bila tidak tahu, memilih untuk main aman saja. Untuk persiapan seminggu, tentu dengan dibimbing guru,” pungkasnya. (jar/c1/din)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila