BLITAR - Progres pembenahan Stadion Soeprijadi Kota Blitar terus dikebut. Harapannya, perbaikan rumput tuntas sebelum laga kandang melawan PSM Makassar berlangsung pada 15 September.
Sebelumnya, manajemen Arema FC memperkirakan perbaikan rumput stadion memakan waktu dua bulan. Perkiraan waktu dua bulan tersebut digunakan untuk releveling dan sulam rumput.
Namun, tampaknya perbaikan selesai kurang dari dua bulan. Hal itu diungkapkan Ketua Asosiasi Kota (Askot) PSSI Blitar Yudi Meira.
Dia mengatakan pembenahan rumput stadion kebanggaan warga Bumi Bung Karno tersebut sudah tuntas.
”Alhamdulillah sudah selesai. Tinggal pemupukan dan pemeliharaan,” katanya kepada Jawa Pos Radar Blitar, Jumat (30/8). Yudi mengungkapkan, pembenahan rumput stadion sudah tuntas pekan lalu. Termasuk perataan tanah dan sulam rumput baru.
Saat ini masih ada pekerja dari kontraktor yang menuntaskan perbaikan di Stadion Soeprijadi,” ujarnya.
Selama perbaikan berlangsung, Askot PSSI Blitar terus memantau dan mengawasi progres di lapangan. Hasil pantauan tersebut lantas dilaporkan kepada manajemen Arema FC.
Tak menutup kemungkinan, lapangan Stadion Soeprijadi bisa digunakan untuk laga kandang Arema FC melawan PSM Makassar pada 15 September mendatang.
Sebelumnya diketahui, perbaikan rumput stadion dilakukan oleh pihak ketiga atau kontraktor yang dikontrak oleh manajemen Arema FC. Kontraktor tersebut adalah PT Harapan Jaya Lestarindo.
Berdasarkan laporan dari Lestarindo yang diterima manajemen, terungkap kondisi lapangan Stadion Soeprijadi keras dan banyak rumah cacing.
Kondisi tersebut menjadi kendala utama yang menyebabkan aliran bola tidak lancar dan kualitas permainan terganggu.
Untuk mengurangi populasi cacing, kontraktor menaburkan semacam obat khusus berupa Nematisida.
Selain mengurangi populasi, juga untuk mencegah kotoran cacing naik ke permukaan lapangan. Selanjutnya dilakukan aeration dan top dressing.
Aeration berfungsi untuk mengaerasi tanah, sementara top dressing dilakukan untuk memperbaiki permukaan lapangan dan memberikan nutrisi tambahan. (sub/c1/din)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila