Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Akibat Pola Hidup Tak Sehat, Sebanyak 43 Ribu Orang di Kabupaten Blitar Alami Obesitas, Ini Harapan Dinkes

Fajar Rahmad Ali Wardana • Senin, 2 September 2024 | 18:30 WIB
SEHAT: Lansia melakukan pengecekan berat badan di posyandu Desa Pasirhajor, Kecamatan Talun, beberapa waktu lalu.
SEHAT: Lansia melakukan pengecekan berat badan di posyandu Desa Pasirhajor, Kecamatan Talun, beberapa waktu lalu.

BLITAR - Ada 43 ribu warga Kabupaten Blitar mengalami obesitas dalam 8 bulan ini. Jumlah itu meningkat 2 ribu daripada tahun lalu, yang disebabkan pola makan dan kurang aktivitas olahraga.

Data terbaru dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar menunjukkan bahwa 43.080 orang termasuk dalam kategori obesitas.

Kemudian tahun lalu di periode sama, ada 41 ribu orang tergolong obesitas. Data itu diperoleh dari kegiatan pengecekan kesehatan di lingkungan masyarakat yang dilakukan dinkes.

“Seseorang dianggap obesitas jika memiliki indeks masa tubuh (IMT) lebih dari 25 kg/m2 atau ukuran lingkar perut melebihi batas normal. Sebanyak 43 ribu orang itu IMT-nya lebih dari batas normal,” ujar Subko Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinkes Kabupaten Blitar, Hyndra Satria.

Dia melanjutkan, penyebab utama obesitas adalah konsumsi kalori berlebihan tanpa diimbangi dengan aktivitas fisik memadai. Pola hidup kurang sehat, misal kebiasaan makan berlebihan dan tidak teratur, serta minim berolahraga, menjadi faktor pemicu utama obesitas.

Apalagi, saat ini sedang tren masyarakat yang suka mengonsumsi makanan cepat saji dan manis. Hal ini juga mengakibatkan obesitas.

Data mengenai angka obesitas ini diperoleh dari hasil pengecekan oleh tim puskesmas yang melakukan pemeriksaan berkala dan jemput bola di berbagai acara di desa-desa.

Hal ini bertujuan untuk memperoleh informasi akurat mengenai kondisi kesehatan masyarakat secara menyeluruh. Dari total penderita obesitas, mayoritas berada dalam rentang usia 25 hingga 44 tahun.

Menurut Hyndra, kelompok usia ini adalah terbanyak mengalami obesitas. Namun, tidak dipungkiri, usia di atas itu juga ada yang mengalami obesitas.

"Kebanyakan dari mereka yang mengalami obesitas tidak mengalami keluhan penyakit khusus. Mereka hanya mengalami berat badan berlebih, jika dibiarkan bisa berisiko menimbulkan penyakit tidak menular," ungkapnya.

Dinkes Kabupaten Blitar berharap agar warga dapat secara berkala menjalankan pola hidup sehat.

Upaya preventif seperti mengatur pola makan yang benar dan rutin berolahraga diharapkan dapat membantu mengurangi angka obesitas.

"Kami sangat menganjurkan warga untuk lebih memperhatikan pola makan dan menjaga kebugaran tubuh. Dengan pola hidup sehat, dapat mengurangi risiko penyakit seperti diabetes, hipertensi, dan masalah jantung,” pungkasnya. (jar/c1/din)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#dinkes #puskesmas #Kabupaten Blitar #kesehatan #obesitas