BLITAR - Adanya kasus cacar monyet (monkeypox) di beberapa daerah hingga kini belum merambah Kabupaten Blitar. Terbukti dari data dinas kesehatan (dinkes) belum ada temuan dan laporan warga yang terkena cacar jenis baru ini.
Kepala Dinkes Kabupaten Blitar Christine Indrawati mengaku bahwa untuk wilayah Jawa Timur masih belum ditemukan kasus itu.
Kasus tersebut hanya terjadi di beberapa provinsi seperti Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jogjakarta, dan Kepulauan Riau.
“Kalau di Blitar ini belum ada. Semoga tidak sampai ada masyarakat Blitar yang tertular cacar ini,” terangnya.
Dia menjelaskan, cacar monyet ini masih sekeluarga dengan cacar air. Bedanya, cacar monyet memiliki benjolan seperti melepuh atau melenting yang lebih besar dan lebih banyak, serta menyerang ke seluruh tubuh.
Gejalanya mirip terkena cacar air. Yakni, demam, sakit seluruh badan, sakit kepala, dan yang paling khas ialah membesarnya getah bening di beberapa tempat. Yakni, leher, ketiak, dan pangkal paha.
Sementara untuk penyebarannya, virus langka ini bisa terjadi melalui lendir atau air liur serta benjolan kulit karena virus ini.
“Pertama kali terjangkit pada monyet yang saat itu diteliti di Afrika, baru setelah 10 tahun ada kasus pada manusia setelah tergigit monyet. Maka dinamakan monkeypox,” ungkapnya.
Terkait isu hubungan intim bisa menularkan virus itu, Christine mambantah. Penularan virus bisa terjadi jika penderita melakukan kontak fisik dengan berbagi liur, misal berciuman, maka dipastikan akan tertular.
“Baru-baru ini saja kasus naik. Ini warning karena penyebarannya bisa ke mana-mana. Namun, penyebarannya ini tidak luas. Saya harap ke depannya juga begitu,” ucapnya.
Untuk menghindari tersebarnya virus, dia mengajnurkan agar melakukan berbagai upaya. Tindakan ini bisa dilakukan dengan menjaga kebersihan diri, cuci tangan, memakai masker, dan khusus warga dari luar negeri harus melakukan pengecekan kesehatan sebelum bertemu keluarga.
“Khawatirnya meraka yang baru pulang (ke dalam negeri) membawa virus monkeypox tanpa disadari. Jika merasa sakit, saya harap juga segera periksa agar penanganan bisa segera dilakukan. Itu juga musim pancaroba, jadi perlu jaga kesehatan, karena di musim ini tubuh rentan terserang penyakit,” ujarnya. (mg2/c1/din)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila