Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Matwira Atmaja, Babinsa Asal Srengat Blitar Ini Gemar Gali Sejarah, Hasilkan Karya Tulis dan Pernah Raih Juara

Didin Cahya Firmansyah • Rabu, 4 September 2024 | 21:00 WIB
INSPIRATIF: Serma Matwira Atmaja, babinsa di Koramil Srengat, yang menggemari sejarah untuk perkenalkan pada generasi muda.
INSPIRATIF: Serma Matwira Atmaja, babinsa di Koramil Srengat, yang menggemari sejarah untuk perkenalkan pada generasi muda.

BLITAR - Menjadi seorang pegiat sejarah tidak harus memiliki latar belakang pendidikan sama. Termasuk dilakukan bintara pembina desa (babinsa) dan personel Koramil Srengat, Matwira Atmaja.

Mempelajari sejarah tidak mengenal jabatan atau pekerjaan yang disandang. Matwira Atmaja bisa membuktikannya. Meski jadi seorang babinsa di Kecamatan Srengat, dia tetap gemar mendalami sejarah.

“Saya seorang babinsa, jadi harus tahu seluk-beluk wilayah, mulai geografi, demografi, atau kondisi sosial,” tutur pria berpangkat sersan mayor (serma) ini.

Apalagi, tuntutan tugas, dia harus tahu kondisi sosial masyarakat. Karena mencakup ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, dan pertahanan keamanan (ipoleksosbudhankam). 

Di situ ada sosial dan budaya, jadi dia harus tahu kelebihan sosial dan budaya di wilayah yang ditangani.

Dia mengaku, awal ketertarikannya menjadi seorang pegiat sejarah mulai dari tahun 2023 hingga sekarang.

Saat itu, dia mendengarkan sebuah cerita yang dibawakan seorang pegiat sejarah bernama Insanu Widodo.

“Saya mendengarkan cara beliau (Insanu Widodo) bercerita sejarah, sehingga terpacu dan semangat untuk mendalami sejarah. Beliau sangat runtut ketika bercerita,” terang pria kelahiran Kediri itu.

Nah, kebetulan di tahun 2023, dia berdinas di Desa Begelen, Kecamatan Srengat, jadi mencari tahu sejarah desa setempat.

Ternyata di desa itu dulu basis Laskar Diponegoro lari dari kejaran Belanda. “Saya akhirnya tambah sangat bersemangat,” ujarnya.

Dia sama sekali tidak memiliki latar belakang pendidikan sejarah sebelumnya. Hanya dari rasa keingintahuan yang pada akhirnya membuatnya menjadi salah satu pegiat sejarah di Srengat.

Baca Juga: Rencana Tata Ruang yang Paling Operasional, Kementerian ATR/BPN Dorong Penyusunan RDTR dengan Koordinasi Lintas Sektor

Dari ketertarikan pada dunia sejarah, kini pria yang berdomisili di Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, ini berbuah manis. Yakni diangkat menjadi anggota Dewan Seni Kecamatan Srengat.

“Saya dulu suka mengadakan kegiatan di luar untuk mempelajari sejarah. Lantas bertemu dangan Pak Nur Harianto yang juga seorang pegiat sejarah. Akhirnya diajak beliau dan dimasukkan ke anggota Dewan Seni, dan dilantik 2023 lalu oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Blitar,” ungkapnya.

Dia mengaku tidak kesulitan membagi waktu antara tugas utama dan aktivitas menggali sejarah.

“Mendalami sejarah merupakan salah satu tugas sebagai babinsa. Jadi ketika tidak ada kegiatan kemasyarakatan, saya keluar cari informasi sejarah,” terangnya.

Dia berharap agar generasi muda selalu mengingat dan mempelajari sejarah di daerahnya. Sebab, itu merupakan bagian dari identitas wilayahnya.

Dengan apa yang sudah didapatkannya dan dirintis sampai saat ini, bisa menjadi sebuah bahan pelajaran untuk generasi muda ke depannya dan bisa melanjutkannya.

“Saya sudah menggali sejarah sampai sejauh ini gunanya untuk mengenalkan pada generasi akan datang. Saat ini, kebanyakan anak muda sudah terpengaruh budaya barat dan melupakan budaya sendiri,” tegasnya. 

Dia kini sudah menulis beberapa artikel sejarah. Yakni, sejarah tarian jaranan Ging dan sejarah Kauman.

“Hasil tulisan saya itu alhamdulillah pernah mendapatkan juara 3 lomba karya tulis ilmiah yang diadakan Kodim 0808 pada 2023 lalu,” tandasnya. (*/c1/din) 

 

 

 

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#koramil #mempelajari sejarah #Kecamatan Srengat #bintara pembina desa