BLITAR - Kerap dianggap remeh, anemia nyatanya masih menjadi momok menakutkan terutama bagi para kaum hawa.
Pasalnya, penyakit ini bisa memberikan dampak serius, baik pada perempuan khususnya yang sedang mengandung.
Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar, Endang Purwono menegaskan, berdasarkan data jumlah penderita anemia di Bumi Bung Karno, ada sekitar 3.000 jiwa yang didominasi oleh para remaja.
Namun, angka tersebut sulit diprediksi karena bersifat fluktuaktif yang berarti dapat berubah sewaktu-waktu.
“Iya, untuk remaja putri saja sekitar 2.700, namun data itu berubah tiap harinya. Sebab, kebutuhan sel darah terpenuhi bisa sembuh dengan sendirinya,” ungkapnya.
Remaja putri mendapat sorotan lebih dengan adanya kasus anemia tersebut. Sebab, anemia berdampak panjang bagi remaja putri sebagai calon ibu yang melahirkan generasi penerus bangsa.
Dampak tersebut di antaranya mudah lelah, sulit berkonsentrasi, dan jika nanti hamil dapat berisiko melahirkan anak kurang normal bahkan stunting.
Meski begitu, jelas dia, Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar tidak lepas tangan dengan adanya kasus tersebut.
Sejumlah remaja putri dimasifkan mengonsumsi tablet tambah darah (TTD). Hal ini diharapkan dapat meminimalisasi angka anemia di Kota Blitar.
“Iya, remaja putri ini digetolkan mengonsumsi TTD bersama di sekolah. Karena berdasarkan evaluasi kami, setelah pembagian TTD itu tidak langsung dikonsumsi, tapi dibawa pulang yang akhirnya hilang,” bebernya.
Padahal, dengan konsumsi rutin TTD ini dapat membantu produksi sel darah merah. Sebab, anemia ini bukanlah penyakit yang tidak bisa disembuhkan, melainkan perlu penambahan obat sesuai kebutuhan. Selain itu, TTD juga tersedia di puskesmas dan bisa diambil secara gratis.
“Jadi ini penting ya, bukan hanya untuk remaja putri, melainkan seluruh perempuan yang berusia produktif,” jelasnya.
Tak hanya mengonsumsi TTD, para perempuan berusia produktif juga disarankan berolahraga secara teratur.
Sebab, dengan olahraga dapat memperlebar pembuluh kapiler yang sangat penting untuk memperlancar laju peredaran darah dan oksigen ke seluruh tubuh. Dengan demikian, dapat mencegah anemia pada para perempuan. (ham/c1/ady)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila