BLITAR - Pergelaran perdana sportaiment bertajuk ”Cah Gelut Blitar” alias CGB masih harus dievaluasi. Pasalnya, panitia menemukan sejumlah atlet tinju yang mendaftar menggunakan nama samaran.
Hal itu tidak sportif sehingga berpotensi menimbulkan ketidakseimbangan dalam sparing. Ke depan, panitia akan lebih ketat dalam menyeleksi peserta tinju amatir tersebut. Rencananya, CGB digelar setiap pekan di halaman Pasar Legi.
Koordinator Sportaiment Cah Gelut Blitar, Fariz Mursyid mengungkapkan, berdasarkan evaluasi pekan pertama ditemui sejumlah atlet tinju yang mendaftar menggunakan nama samaran. Padahal, kelas atlet dan pemula sudah dibedakan agar pertandingan berjalan seimbang.
“Iya, kemarin ada beberapa atlet tinju mendaftar menggunakan nama samaran. Tapi sudah kami filter atlet dan kami kroscek dengan sasana, apakah yang bersangkutan ini benar-benar atletnya,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Blitar, Minggu (9/8/2024).
Menurut dia, para atlet ini mendaftar hanya dengan nama belakang dan memilih di segmen pemula.
Hal itu tentu mengganggu keseimbangan dalam pertandingan. Dia mengimbau kepada seluruh peserta untuk mendaftar sesuai dengan identitas yang lengkap.
Hal itu, lanjut dia, guna memudahkan dalam mendeteksi latar belakang atau background checking peserta sekaligus penataan lawan.
“Kalau para atlet ini masih bandel mendaftar dengan menggunakan nama samaran, siap-siap untuk masuk blacklist (daftar hitam),” tegasnya.
Berdasarkan evaluasi, lanjut dia, antusiasme warga Bumi Bung Karno untuk mengikuti perhelatan ini luamayan tinggi. Pada pekan pertama tercatat sekitar 110 peserta atau 50 match dalam dua hari.
“Bahkan yang mendaftar on the spot (OTS) sekitar 50 orang, tetapi yang bermain sekitar tujuh, dan sisanya nanti dikonfirmasi ulang untuk sparing pada pekan selanjutnya,” jelasnya.
CGB diharapkan menjadi wadah bagi masyarakat yang memiliki energi berlebih untuk disalurkan melalui hal positif. Selain itu, menciptakan perkembangan industri kreatif di Bumi Bung Karno.
“Melalui ini, para anak muda dapat menguji mental dan fisik di ring. Semoga ke depan menjadi rutinan dan berjalan tertib,” harapnya.
Tak lupa panitia juga menyisipkan pertunjukan seni dan budaya di CGB. Ini sebagai komitmen untuk melestarikan budaya-budaya lokal dan menarik atensi warga.
“Perlu diketahui, sparing ini bersifat have fun, sekaligus melestarikan kesenian-kesenian lokal,” pungkasnya. (ham/c1/sub)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila