Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Pasar Suvenir Makam Bung Karno Kota Blitar Segera Ditata Ulang, Dinas: Agar Pengunjung Tidak Desak-desakan

Muhamad Ilham Baha’udin • Selasa, 10 September 2024 | 21:00 WIB
KAPASITAS PENUH: Pedagang menggelar dagangannya di area pasar suvenir yang berlokasi di sisi utara makam Bung Karno, kemarin (9/9).
KAPASITAS PENUH: Pedagang menggelar dagangannya di area pasar suvenir yang berlokasi di sisi utara makam Bung Karno, kemarin (9/9).

BLITAR - Akses jalan di pasar suvenir bagi pengunjung Makam Bung Karno (MBK) Kota Blitar yang kurang lebar membuat dinas terkait berencana melakukan penataan ulang. Seperti yang diketahui, pasar suvenir merupakan akses jalan keluar bagi pengunjung usai melakukan ziarah.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Blitar, Edy Wasono menegaskan, penataan tersebut perlu dilakukan agar arus pengunjung lebih lancar dan nyaman. Sebab, saat ini akses jalan tersebut hanya sekitar 1 meter lebih.

“Kami berencana menata kembali pedagang di pasar suvenir agar arus pengunjung lebih lancar. Tidak terkesan sesak-sesakan,” ungkapnya, senin (9/9/2024).

Menurut dia, jumlah pedagang dan kapasitas kios yang ada di sebelah utara MBK tersebut saat ini telah melampaui batas yang direncanakan semula. Sebelumnya, kapasitas kios di pasar suvenir maksimum untuk 300 orang.

“Sekarang lebih dari 300 orang atau sudah melebihi kapasitas. Bahkan, lorong yang seharusnya steril dari pedagang, sekarang juga ditempati,” jelasnya.

Dia menjelaskan, Pemkot Blitar telah membentuk tim kajian untuk penataan kembali pasar suvenir.

Dari hasil kajian, tim memberikan tiga rekomendasi dalam penataan. Yakni, jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang.

“Jangka pendek dengan meninggikan atap kios dan mengatur arus pengunjung terutama akhir pekan agar tidak berdesak-desakan,” terangnya.

Kemudian untuk jangka menengah, ujar Edy, dengan merehab kualitas maupun kapasitas di pasar suvenir dan memaksimalkan pedagang yang sudah ada di lokasi.

Namun, pelaksanaan ini perlu relokasi pedagang di lorong dengan mencarikan tempat yang strategis.

“Sedangkan untuk jangka panjang dengan cara perluasan area pasar suvenir. Sehingga, perlu pembebasan tanah warga di sekitar pasar suvenir,” bebernya.

Baca Juga: Santoso Enggan Cawe-Cawe di Pilwali Kota Blita 2024, Tak Mau Ikut Politik Praktis dan Lebih Pilih Netral

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Blitar Priyo Suhartono mengatakan, upaya tersebut agar pengunjung maupun pedagang bisa nyaman.

Sebab dengan berlebihnya kapasitas di lorong sempit itu menjadikan pengunjung dan pedagang berdesak-desakan, apalagi ketika akhir pekan.

“Kami targetkan tahun depan bisa diproses. Intinya, kami menghormati pengunjung dan pedagang agar nyaman,” pungkasnya. (ham/c1/ady)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#ziarah #akses jalan #dispudpar #makam bung karno #Edy wasono #Kota Blitar