Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Kelangkaan Gas di Blitar Belum Tuntas, Srengat dan Nglegok Krisis Penjual LPG 3 Kg, Ini Upaya Dinas

Mohammad Syafi'uddin • Selasa, 10 September 2024 | 20:00 WIB
Persoalan kelangkaan gas LPG 3 kg di Kabupaten Blitar hingga kini belum tuntas. Beberapa penjual eceran nekat menaikkan harga jual hingga Rp 23 ribu setiap tabung.
Persoalan kelangkaan gas LPG 3 kg di Kabupaten Blitar hingga kini belum tuntas. Beberapa penjual eceran nekat menaikkan harga jual hingga Rp 23 ribu setiap tabung.

BLITAR - Persoalan kelangkaan gas LPG 3 kg di Kabupaten Blitar hingga kini belum tuntas. Beberapa penjual eceran nekat menaikkan harga jual hingga Rp 23 ribu setiap tabung.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Blitar, Darmadi mengungkapkan bahwa sudah berkoordinasi dengan Pertamina Kediri selaku pemasok LPG di wilayah Kabupaten Blitar. Tindakan ini merupakan upaya untuk mengurangi kelangkaan LPG di lapangan.

“Kita ini sifatnya hanya bisa monitoring, jadi sebenarnya bukan ranah kita. Jika ada laporan dari masyarakat, kita tindaklanjuti dengan melaporkan ke pihak distributor LPG Pertamina.

Jadi, kita ini hanya bisa memonitoring dan melaporkan temuan yang ada di masyarakat,” ungkapya.

Sejauh ini sudah ada dua wilayah yang melaporkan kelangkaan LPG 3 kg ini ke disperindag. Yakni, Kecamatan Srengat dan Kecamatan Nglegok.

Kelangkaan ini tidak hanya menyulitkan urusan dapur masyarakat. Parahnya, harga jual LPG subsidi tersebut naik menjadi Rp 19 ribu hingga 23 ribu per tabung ukuran 3 kg.

“Saya pasti akan mengoordinasikan temuan ini ke pihak distributor. Saya akan melaporkan ke Pertamina agar ini bisa segera ditindaklanjuti,” tegasnya.

Darmadi mengaku sudah sering melakukan pelaporan kelangkaan gas LPG 3 kg ini. Namun, pihak Pertamina mengaku bahwa stok atau pasokan yang dikirim masih seperti semula dan tidak ada perubahan sama sekali.

“Saya kira kelangkaan LPG di lapangan ini disebabakan oleh kebutuhan masyarakat yang cukup tinggi. Terlebih, ini musim hajatan sehingga kebutuhan warga juga meningkat,” ungkapnya.

Di luar alasan yang diucapkan pihak Pertamina tersebut, Darmadi berharap agar pemasok LPG bisa segera menindaklanjuti keluhan masyarakat.

Soalnya, permasalahan LPG ini merupakan kebutuhan mendasar masyarakat, khususnya untuk warga kurang mampu.

Baca Juga: Jadwal Padat di Bulan September, Begini Persiapan Arema FC Lawan Bali United di Liga 1

Sebelumnya, masyarakat Blitar Utara, Desa Kedawung, Edy, mengaku mengalami kesulitan dalam mencari stok LPG untuk keperluan memasak.

Bahkan, karena kelangkaan ini, dia sudah berkeliling ke beberapa tempat namun masih belum bisa menemukan.

“Dua bulan terkahir ini, LPG 3 kg langka dan sulit mencarinya. Jika dapat, harganya sudah naik. Terakhir saya beli sudah Rp 21 ribu per tabung,” akunya.

Di sisi lain, Candra Septian, warga Desa Penataran yang memiliki usaha warung, juga mengungkapkan hal serupa.

Karena kebutuhan, dia terpaksa membeli LPG meski harganya Rp 20 kg per tabung.(mg2/c1/hai)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#harga jual #gas lpg 3 kg #Kabupaten Blitar #Disperindag #Pertamina