Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Melihat Aktifitas Komunitas di Blitar Kawi Kawentar, Coba Kenalkan Aksara Historis yang Mulai Ditinggalkan

Muhamad Ilham Baha’udin • Jumat, 13 September 2024 | 17:18 WIB
UNIK: Kenalkan Aksara Kawi kepada masyarakat melalui praktik menulis secara langsung.
UNIK: Kenalkan Aksara Kawi kepada masyarakat melalui praktik menulis secara langsung.

BLITAR - Tak banyak generasi muda yang saat ini peduli dengan Aksara Kawi yang merupakan salah satu aksara historis di Pulau Jawa di masa lalu.

Tak seperti Florensia Dita, Warga Kelurahan Blitar, Kecamatan Sukorejo, bersama rekan komunitasnya aktif mengenalkan aksara ini di Bumi Bung Karno.

Suasana salah satu rumah di Kelurahan Blitar, Kecamatan Sukorejo tampak lengang. Tak lama kemudian, sesosok perempuan muda menyambut kedatangan Koran ini. Iya, dia adalah salah satu penggagas komunitas Kawi Kawentar, Florensia Dita.

“Komunitas Kawi Kawentar itu sebetulnya dari alumni Pasinaon Jawa Kuno, yang terbentuk secara tidak sengaja saat peringatan Hari Aksara beberapa waktu lalu. Jadi sebenarnya, komunitas ini belum ada sebulan,” ujarnya mengawali pembicaraan.

Dia menuturkan, berdasarkan kegiatan saat memperingati Hari Aksara, minat masyarakat untuk belajar bahasa kuno ini sebenarnya cukup tinggi.

Sebab, kesempatan untuk mempelajari aksara ini secara langsung jarang ditemui. Sehingga, kegiatan tersebut berhasil menyedot atensi masyarakat.

“Iya, jadi waktu acara itu masyarakat bisa menuliskan nama mereka dengan aksara Kawi pada selembar kain yang telah disiapkan. Memang, kegiatan itu kami rancang agar tidak sekedar teori, melainkan juga mempraktikan dengan menulis langsung,” bebernya.

Menurut dia, melestarikan budaya peninggalan leluhur di tengah era modern ini memiliki tantangan tersendiri.

Pasalnya, aksara seperti ini sudah tidak dikenalkan di dunia pendidikan. Sehingga, sedikit lebih sulit untuk memperkenalkan aksara ini ketimbang aksara latin.

“Tapi itu menjadi sebuah tantangan yang cukup seru untuk dilakukan. Sebenarnya, masyarakat banyak yang tertarik, tinggal bagaimana cara mengemasnya. Tentu, kami juga berencana untuk menyasar siswa agar aksara sejarah ini tidak hilang, sebab tak lagi dikenali,” ungkapnya.

Penggunaan aksara kuno ini telah banyak ditinggalkan, dan hanya segelintir orang yang mendalaminya. Melalui berbagai kegiatan, Komunitas Kawi Kawentar berharap dapat menjembatani kesenjangan dengan memberikan ruang bagi masyarakat untuk mempelajari dan mengapresiasi aksara ini.

“Rencananya, kami akan membuat kelas rutin yang bisa diikuti masyarakat yang tertarik mempelajari aksara ini. Dengan begitu, bisa kembali mempopulerkan aksara kawi dan memicu minat masyarakat luas untuk belajar,” tandasnya.

Dengan mempelajari aksara Kawi yang merupakan salah satu warisan leluhur di tanah Jawa ini penting dilakukan. Sebab, budaya ini seiring waktu mulai tergerus dengan zaman.

“Iya, semoga dengan adanya kami, masyarakat bisa lebih sadar bahwa aksara Kawi merupakan bagian penting dari identitas budaya kita. Dengan mengenalnya, kita turut menjaga warisan agar tak hilang ditelan waktu,” pungkasnya. (*/ady)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#generasi muda #komunitas #bumi bung karno #aksara kawi #Kota Blitar