BLITAR - Mendekati musim penghujan, berbagai proyek pembangunan di Bumi Bung Karno menjadi atensi dari dinas terkait, tak terkecuali proyek pembangunan sentra usaha ikan hias dan koi.
Salah satu caranya dengan menambah jumlah pekerja agar pembangunan bisa rampung lebih cepat.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar mengungkapkan, penambahan kuantitas pekerja penting dilakukan untuk mempercepat progres pembangunan sentra usaha ikan hias dan koi. Sebab, berdasarkan pantauan, proyek tersebut terkendala di jumlah tenaga kerja.
“Kami meminta pelaksana proyek untuk segera menambah jumlah pekerja. Mengingat, target pembangunan ini bisa rampung pada November,” jelasnya, Senin (9/9).
Saat ini, jelas dia, jumlah pekerja yang ada dalam proyek ini sekitar 17 orang. Dia berharap jumlah tersebut dapat ditambah mencapai 25 hingga 30 orang.
“Apalagi mendekati musim penghujan ya. Kalau bisa, jumlah pekerja ditambah supaya pembangunan selesai sesuai target,” ungkapnya.
Menurut dia, proyek pembangunan sentra usaha ikan hias dan koi saat ini sudah melebihi target. Pada pekan ke-14, proyek tersebut sudah mencapai 45 persen.
“Targetnya pada pekan-14 ini progres pekerjaan mencapai 40 persen. Sekarang progresnya mencapai 45 persen, jadi lebih cepat 5 persen dari target yang direncanakan,” terangnya.
Meski begitu, pihaknya tetap meminta pelaksana proyek untuk menambah jumlah pekerja agar pembangunan bisa selesai sesuai target.
Sebab, gazebo pada bangunan tersebut bakal digunakan untuk perhelatan kontes ikan koi tingkat nasional.
“Kota Blitar setiap dua tahun sekali menjadi tuan rumah untuk event tersebut. Tahun depan sudah digunakan, makanya ini terus dikebut,” tandasnya.
Baca Juga: Paslon Pilbup Blitar Bagi Tugas Jelang Penetapan: Abdul Ghoni Sobo Deso, Beky Fokus di Blitar Timur
Selain gazebo, ada beberapa fasilitas yang dibangun dalam proyek tersebut. Di antaranya, kios, kantin, musala, dan lahan parkir bus.
Lahan parkir tersebut diperkirakan dapat menampung 20 hingga 25 armada bus pariwisata yang berasal dari rombongan peziarah religi di Masjid Arrahman yang tidak jauh dari sentra ikan hias dan koi. (ham/c1/ady)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila