BLITAR - Setahun terakhir, kunjungan turis asing di wisata Blitar naik hampir dua kali lipat jika dibandingkan dengan tahun lalu.
Destinasi yang digandrungi para turis ini masih sama, yakni budaya dan bangunan candi.
Kepala Bidang (Kabid) Pemasaran Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Blitar, Yanti Sholikah mengaku, jumlah turis asing di Kabupaten Blitar pada tahun ini meningkat tajam.
Data pada 2023 ada 400 orang, sedangkan hingga September 2024 ini sudah 657 WNA.
Dari keseluruhan WNA ini, terbanyak berasal dari Belanda dengan jumlah 160 orang. Kemudian disusul dari Prancis dengan jumlah 54 orang. Lalu, Amerika dengan jumlah 47 orang.
“Peningkatan ini merupakan sinyal positif. Maksudnya, wisata kita terkenal di kancah internasional. Walaupun hingga sekarang mereka cenderung lebih tertarik di wisata budaya dan candi,” ujarnya.
Dia menduga candi di Blitar memiliki kekhasan tersendiri jika dibandingkan daerah lain. Seperti halnya Candi Penataran yang menjadi candi terbesar di daerah Jawa Timur.
Selain itu, tidak adanya wahana atau wisata klasik di tempat lain atau daerah asal turis menjadi keunggulan tersendiri bagi wilayah Blitar.
“Biasanya para turis ini habis berlibur dari daerah lain, dan di sisa waktu berliburnya mampir ke Blitar untuk belajar atau melihat kemegahan candi dan budaya kita. Bahkan dalam satu waktu ada yang berkunjung ke lebih dari satu candi,” ujarnya.
Para turis ini biasanya membawa guide sendiri atau bertanya pada penjaga candi. Itu menandakan bahwa minat dan rasa penasaran WNA ini tinggi terhadap sejarah peradaban masa lalu di Blitar.
Dia menjelaskan, meningkatnya jumlah pengunjung asing di Blitar ini tidak jauh dari upaya pemerintah provinsi yang turut mengkampanyekan.
Baca Juga: Rekomendasi Turun, Adi-Dito Duduki Kursi Wakil DPRD Kota Blitar Periode 2024-2029
Bahkan, kegiatan tersebut sering dilakukan di bandara-banda tempat turunnya para turis asing ini. Karena itu, mereka tertarik dan mengajak orang sekitarnya untuk ikut berkunjung ke Blitar.
“Ini kami juga dimintai displai untuk dipajang di Bandara Doho, Kediri. Tapi masih dalam proses. Jadi di setiap bandara itu ada jadwal kegiatan atau kalender event seperti Kresnayana, yang nanti bisa memicu minat mereka,” ujarnya. (mg2/c1/din)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila