BLITAR - Gus Iqdam kembali mengisi pengajian rutinan majelis Sabilu Taubah pada Senin (16/9/2024). Pengajian yang berlangsung pada Senin malam itu cukup istimewa karena bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Pengajian rutin majelis Sabilu Taubah digelar setiap Senin malam dan Kamis malam di markas Sabilu Taubah yang berada di Desa Karanggayam, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar.
Di samping digelar di markas Sabilu Taubah, pengajian rutinan ini juga disiarkan online melalui live streaming YouTube Gus Iqdam Official. Adapun setelah live streaming selesai, video live streaming akan tersimpan di akun tersebut sehingga dapat ditonton kembali.
Muhammad Iqdam Kholid atau kerap disapa Gus Iqdam ini banyak digandrungi kalangan masyarakat. Para jemaahnya selalu hadir memadati kegiatan pengajian yang diisinya. Mulai masyarakat lokal hingga luar daerah tak pernah absen untuk hadir di pengajian.
Pengajian rutin majelis Sabilu Taubah sendiri mempunyai beragam agenda yakni penampilan hadrah majelis Sabilu Taubah, bersholawat, sesi dakwah Gus Iqdam, dan lain sebagainya.
Bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad, Gus Iqdam menyampaikan dakwah tentang apa yang harus dilakukan dalam memperingati hari kelahiran Rasulullah SAW di pengajian rutin yang diadakan pada Senin malam lalu.
Gus Iqdam mengatakan bahwa saat memasuki bulan kelahiran Rasulullah SAW, kita harus menyambutnya dengan perasaan bahagia. Perasaan bahagia tersebut diungkapkan dengan cara mengagungkan Rasulullah SAW.
“Kanjeng Nabi niku (itu) anugerah dari Gusti Allah. Sebagai umatnya Kanjeng Nabi, kita harus berbahagia. Kebahagiaan atas turunnya Rasulullah SAW luwih apik (lebih bagus) dari apa yang kamu kumpulkan di dunia seperti harta, uang, dll. Nah bahagianya itu diwujudkan dengan mengagungkan nama beliau,” kata pria berusia 29 tahun itu.
Gus Iqdam menambahkan, mengagungkan Nabi Muhammad SAW dapat dilakukan dengan memperingati Maulid Nabi Muhammad, membaca kisahnya kemudian mempelajari perjalanan dan akhlak Nabi Muhammad SAW serta menerapkan sunnah Rasulullah SAW.
“Cara mengagungkan Kanjeng Nabi bisa dengan memperingati Maulid, moco (membaca) kisah-kisah Kanjeng Nabi. Perjalanan, akhlaknya Kanjeng Nabi disinau (dipelajari). Menerapkan sunnah-sunnah Kanjeng Nabi dengan lebih semangat daripada tahun kemarin, bulan-bulan kemarin, bahkan hari-hari kemarin itu termasuk bentuk kebahagiaan atas anugerah Allah SWT berupa turunnya beliau ke bumi,” ujar pendiri ST Nyell itu.
Gus Iqdam menerangkan bahwa manfaat yang didapat dari mengagungkan hari kelahiran Rasulullah SAW adalah mendapatkan syafaat Rasulullah SAW.
“Siapapun yang mengagungkan hari kelahiran Kanjeng Nabi dengan menghidupkan sunnah-sunnah beliau, mengikuti akhlak beliau, niscaya akan mendapat syafaat Kanjeng Nabi,” terang Gus Iqdam. (anindya)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila