BLITAR – Dokter umum menjadi yang paling dicari untuk menjadi tenaga kesehatan (nakes) di Bumi Penataran.
Meski ada ratusan dokter umum, ternyata masih kurang untuk kebutuhan pelayanan kesehatan. Karena, beberapa puskesmas banyak yang masih memiliki satu dokter umum saja.
Kabid Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar Suhandono mengakui Bumi Penataran kekurangan dokter umum.
Sebab, jumlah dokter yang bertugas di rumah sakit maupun puskesmas saat ini hanya 239 orang. Jumlah dokter tersebut tentu sulit untuk meng-cover 22 kecamatan dengan 24 puskesmas.
“Untuk sementara ini, jumlah nakes di Kabupaten Blitar seperti dokter, perawat, ahli gizi, fisioterapis, dan lainnya lebih dari 3 ribu orang. Namun, jumlah ini belum ideal, terutama untuk dokter umum,” ujar Suhandono.
Dia mencontohkan pelayanan kesehatan di Puskesmas Ponggok, Bakung, dan Wates yang hanya memiliki satu dokter umum.
Padahal rata-rata jumlah pasien rawat jalan yang berkunjung mencapai 100 orang per hari. Jumlah itu belum pasien yang menjalani rawat inap di puskesmas tersebut.
Menurutnya, kondisi itu tidak sebanding dengan jumlah pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan di puskesmas.
Bahkan, hal itu berisiko saat penanganan pasien dengan kasus darurat. Maka dari itu, pasien yang tidak bisa ditangani di puskesmas dirujuk ke rumah sakit.
Meskipun begitu, dinkes terus berusaha untuk memaksimalkan pelayanan kesehatan. Salah satunya dengan melaporkan kondisi nakes tersebut kepada pimpinan daerah.
Harapannya, ada tambahan tenaga saat pemerintah daerah mengusulkan kebutuhan personel kepada pemerintah pusat.
Ikhtiar tersebut cukup efektif. Buktinya, tahun ini dinkes mendapat delapan formasi dokter yang akan ditempatkan di rumah sakit daerah maupun puskesmas.
Sayangnya, ada satu formasi dokter spesialis radiologi untuk RSUD Srengat yang tidak ada peminatnya.
“Kekurangan jumlah nakes ini terus coba ditutup, salah satunya lewat rekrutmen pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) yang dilakukan pada tahun lalu. Syukurnya, pelayanan kesehatan tetap berjalan lancar,” pungkasnya. (jar/c1/hai)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila