BLITAR – Pertumbuhan penduduk di Bumi Penataran tidak begitu signifikan sepanjang lima tahun terakhir. Jumlah penduduk laki-laki dan perempuan juga tidak berbeda jauh.
Sekretaris Dispendukcapil Kabupaten Blitar, Eko Sumardianto menuturkan, jumlah penduduk di Bumi Penataran sekitar 1.252.242 jiwa.
Itu merujuk data tahun 2023 lalu. Jumlah ini berselisih sekitar 5 ribu jiwa jika dibandingkan 2019 lalu yakni 1.257.921 jiwa.
“Sejauh ini jumlah penduduk kita tetap sama. Bahkan untuk jumlah masih-masing perempuan dan laki-laki juga tak banyak perbedaannya. Tidak ada lebih tinggi salah satunya,” terangnya.
Eko menyebutkan, pada 2023 tercatat 629.098 laki-laki dan 623.144 perempuan. Jumlah tersebut tidak banyak berubah sepanjang lima tahun terakhir.
Yakni di kisaran 600 ribu jiwa. Perbedaan sedikit mencolok terlihat di 2019 dengan jumlah laki-laki 636.132 orang dan perempuan 621.789 orang. Artinya, ada selisih 14.343 lebih banyak laki-laki daripada perempuan.
Kendati pernah mengalami kesenjangan jumlah, Eko menyebut tidak ada perbedaan yang signifikan.
Terlebih, selama lima tahun berjalan, perbedaan jumlah tersebut terus menurun. Yang semula 14.343 jiwa, turun menjadi 14.053, lalu 8.015, 6.039, dan terakhir 5.954 jiwa.
“Perubahan data ini memang tidak signifikan ya. Tapi ini menandakan bahwa di wilayah Kabupaten Blitar, angka pertumbuhan penduduk relatif stabil, dan ini bagus,” ujarnya.
Jika dilihat dari keseluruhan kecamatan di tahun 2023, Ponggok masih menjadi rekor penduduk terbanyak dengan jumlah 111.575 jiwa.
Bahkan, angka ini lebih banyak 30.878 jiwa jika dibandingkan wilayah terbanyak nomor dua yakni di Kecamatan Kanigoro dengan jumlah penduduk 80.697 jiwa.
Kemudian untuk daerah tersedikit berada di Kecamatan Bakung dengan jumlah penduduk 28.705 jiwa. (mg2/c1/hai)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila