BLITAR - Sebagian besar anak muda di wilayah Blitar memilih melanjutkan pendidikan, khususnya jenjang perguruan tinggi di luar daerah. Banyak dari mereka yang memutuskan pergi merantau untuk berkuliah di kampus impian mereka.
Tentu bukan keputusan yang mudah saat memilih melanjutkan pendidikan di luar daerah. Berbagai faktor sangat dipertimbangkan dalam hal ini, yakni jurusan dan perguruan tinggi yang diimpikan, kualitas dan lingkungan kampus, dan sebagainya.
Masih ada pula muda-mudi yang memilih melanjutkan pendidikan di kota sendiri. Namun, anak muda Blitar yang memutuskan berkuliah di luar daerah ini dikatakan berani menjadi mahasiswa rantau yang jauh dari rumah.
Salah satu anak muda asal kecamatan Wlingi, Ananda Rindi membagikan alasannya merantau ke kota orang untuk berkuliah. Universitas Brawijaya (UB) menjadi perguruan tinggi yang ia impikan dalam melanjutkan pendidikannya. Dia mengaku ingin mendapatkan pengalaman baru dan merasakan menjadi mahasiswa rantau.
“Alasan yang utama adalah karna pendidikan lanjutan yang saya impikan (UB) memang berada di luar kota. Selain itu, pengen punya pengalaman baru dan ngerasain gimana jadi anak perantauan,” ujar perempuan berusia 22 tahun itu.
Akrab dipanggil Rindi, mahasiswa UB ini juga menceritakan manfaat yang didapat dari perantauannya di kota Malang antara lain membentuk karakter mandiri, menjaga pergaulan, dan meningkatnya social skill.
“Dari sini saya bisa belajar mandiri, menjaga pergaulan, mengelola keuangan, dan mengontrol diri agar tetap berada dalam tujuan. Dan juga belajar beradaptasi dengan orang-orang jadi dapat nambah relasi. Dengan bekal ilmu dan pengalaman sosial yang didapat ini, saya bisa memposisikan diri di berbagai keadaan khususnya saat saya bekerja nanti.” ungkap Rindi.
Anak muda lain, Titis yang juga berstatus mahasiswa rantau ini memiliki alasan yang serupa dengan memilih melanjutkan pendidikan di luar daerah. Warga kecamatan Talun ini mengatakan bahwa jurusan yang diminati berada di Universitas Negeri Malang (UM).
Masuk sebagai Kota Pelajar, membuat Titis yakin melanjutkan pendidikan di Malang. Dia mengaku cukup bosan di kota sendiri sehingga ingin mencoba sesuatu yang baru dengan pergi merantau. Selain itu, ia ingin belajar hidup mandiri agar tidak terlalu bergantung kepada orang tua.
“Karena jurusan yang aku minati itu paling dekat ada di UM dan Malang kan termasuk kota pelajar ya, itu juga yang jadi alasan. Terus agak bosen di kota sendiri, memang pengen merantau dan mencoba sesuatu yang baru. Pengen belajar hidup mandiri juga karena selama ini merasa aku terlalu manja ke orang tua, kaya ngga bisa apa-apa,” kata Titis.
Mayang Acintya, anak muda yang merantau ke kota Bandung turut mengungkapkan alasannya memilih berkuliah di luar kota. Selain karena jurusan impian, dia mengutamakan kualitas kampus dalam mempertimbangkan pendidikan lanjutnya.
Warga kecamatan Doko ini menyampaikan bahwa ingin merasakan pengalaman merantau dengan hidup mandiri. Mayang menambahkan, ingin menambah relasi dengan orang-orang baru yang dia temui di kota yang berjulukan Kota Kembang ini.
“Karna ingin menempuh jurusan yang aku inginkan dan dengan kualitas yang lebih baik juga. Di kampus aku sudah terakreditasi unggul sehingga membuat peluang karir juga lebih baik. Aku ingin merasakan pengalaman hidup merantau itu gimana dan meningkatkan kemandirian karna jauh dari keluarga. Terus nambah relasi dengan orang-orang baru seperti teman, dosen yang berasal dari beragam daerah serta warga lokal yang nantinya berguna di masa depan,” ungkap Mayang.
Satu lagi anak muda asal kecamatan Garum, Adelia Uli Gabriel membagikan alasan dia memilih menempuh pendidikan lanjutnya di luar wilayah Blitar. Mengeksplor pengalaman baru menjadi alasan Adelia mengenyam pendidikan lanjutnya di kota Surabaya.
Ditambah kota yang berjulukan Kota Pahlawan ini mempunyai banyak perguruan tinggi ternama membuat Adelia memantapkan hati untuk berkuliah disana. Dia belajar hidup mandiri dan adaptasi dengan hal-hal baru dalam perantauannya sebagai mahasiswa.
“Aku dari dulu pengen kuliah di Surabaya. Terus mayoritas perguruan tinggi disana banyak yang terkenal, jadi karena itu juga. Aku juga pengen nyoba hal baru yang bisa aku temuin di luar kota, ngga stuck di tempat itu-itu aja. Dari situ aku belajar hidup mandiri dengan kuliah di luar kota,” kata Adelia.
Meski homesick (kangen rumah) kerap dirasakan oleh para mahasiswa rantau, namun itu tidak menghalangi tujuan mereka untuk bersemangat dalam mengenyam pendidikan di kampus tercinta. (anindya)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila