Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno Blitar Gelar Literasi Inklusi Sosial, Tarik Minat Gen Z lewat Pemasaran Online

Muhamad Ilham Baha’udin • Jumat, 20 September 2024 | 16:05 WIB
SERIUS: Kepala UPT Perpustakaan Bung Karno Nurny Syam (dua dari kanan) usai memberi sambutan pada literasi sosial yang digelar selama tiga hari. Para peserta antusias mengikuti rangkaian pelatihan (fo
SERIUS: Kepala UPT Perpustakaan Bung Karno Nurny Syam (dua dari kanan) usai memberi sambutan pada literasi sosial yang digelar selama tiga hari. Para peserta antusias mengikuti rangkaian pelatihan (fo

BLITAR - Kegiatan bertajuk Literasi Pemasaran Produk Online, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan Proklamator Bung Karno terus berupaya mewujudkan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial.

Pemilihan tema ini bukan tanpa alasan. Sebab, pemasaran berbasis digital saat ini kian digandrungi oleh generasi Z (Gen Z).

Program khusus perpustakaan nasional ini berlokasi di Auditorium Soekarno lantai tiga UPT Perpustakaan Bung Karno. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari mulai Selasa (17/9) hingga Kamis (19/9).

Photo
Photo

Literasi Pemasaran Produk Online atau pelatihan digital marketing ini diikuti oleh ratusan peserta yang dipilih melalui seleksi secara daring.

Tak tanggung-tanggung, narasumber yang dihadirkan merupakan ahli di bidangnya yang telah malang-melintang di berbagai perusahaan nasional maupun internasional.

Yakni, Vitta Devita, seorang digital marketing expert dan social media specialist asal Doko, Kabupaten Blitar.

Kepala UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno, Nurny Syam menegaskan, kegiatan literasi yang kesekian kalinya ini merupakan wujud langkah nyata perpustakaan untuk mendukung, serta memfasilitasi pengembangan sumber daya manusia (SDM) masyarakat.

Apalagi dengan berkembangnya teknologi serta informasi tentu harus dibekali pengetahuan dan keahlian.

“Apalagi, saat ini pemasaran produk melalui online merupakan kebutuhan utama untuk memasarkan barang atau jasa secara efektif. Peserta kali ini memang didominasi oleh Gen Z yang lebih akrab dengan teknologi terkini,” ungkapnya kepada Koran ini kemarin (19/9).

Dia berharap melalui transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial ini perpustakaan tak hanya sebagai tempat ekslusif, tapi juga menjadi tempat inklusif yang mampu merangkul semua kalangan sehingga mengurangi kesenjangan bagi kaum yang termajinalkan.

Baca Juga: Imbas Cuaca Buruk, Nelayan di Pesisir Blitar Selatan Gantung Jangkar, Disnakkan: Bakal Tak Dapat Ikan Jika Nekat

Perpustakaan Proklamator Bung Karno turut hadir untuk masyarakat agar dapat mengambil bagian dalam pembangunan bangsa.

Narasumber kegiatan ini, Vitta Devita mengaku, pemasaran berbasis digital saat ini menjadi salah satu gerbang pengenalan produk atau jasa yang berpotensi memiliki jangkauan lebih luas. Dengan memahami berbagai trik pemasaran berbasis digital ini, tentunya bisa mendapatkan hasil yang luar biasa.

“Saya rasa Gen Z yang saat ini sering dianggap pemalas dan remeh, dengan penanganan yang tepat ini ternyata pandai lho mencari peluang melalui digital marketing. Terlebih, mereka sudah akrab dengan era digital. Terpenting bisa konsisten dengan usahanya,” jelasnya.

Menurut dia, salah satu tujuan dari Literasi Pemasaran Produk Online yakni dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya dengan berdagang melalui pasar digital. Tidak hanya dengan teori, tapi juga dengan praktik nyata secara langsung.

Selama tiga hari kegiatan, ratusan peserta tampak antusias dengan berbagai teori dan praktik yang diberikan.

Pada hari pertama, para peserta menerima materi dasar pemasaran produk secara online sekaligus membuat akun yang akan digunakan sebagai media pemasaran.

Kemudian, pada hari kedua, para peserta mendapat pengetahuan bagaimana cara membuat konten yang menarik.

Tak hanya dengan pemaparan dari pemateri, para peserta juga langsung praktik membuat konten baik berupa gambar maupun video.

Pada hari terakhir, para peserta menerima sejumlah alat penunjang untuk mengoptimalkan kegiatan pemasaran online, yaitu perangkat ringlight. Para peserta juga melakukan live atau melakukan praktik langsung berdagang di e-commerce dan sosial media.

Salah satu peserta literasi ini, Arini Putrin mengaku sangat terbantu dengan adanya Literasi Pemasaran Produk Online ini. 

Merupakan salah satu kesempatan emas baginya untuk belajar langsung dari sosok yang telah ahli di bidangnya.

“Iya, saya selaku small bisnis owner sangat terbantu dengan kegiatan ini. Sebab materi yang diberikan benar-benar ‘daging’ banget. Semoga bisa menghasilkan kesuksesan untuk para peserta. Harapan saya, kegiatan seperti ini bisa terus diadakan oleh Perpustakaan Proklamator Bung Karno,” harapnya. (ham/c1/ady)  

 

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#Perpustakaan Proklamator Bung Karno #Pemasaran Produk Online #Inklusi Sosial #Kota Blitar