BLITAR - Stroke merupakan salah satu penyakit yang umum dijumpai di masyarakat. Meski begitu, kewaspadaan masyarakat dengan penyakit ini masih kurang. Padahal, penyakit ini bisa mengintai siapa saja, termasuk masyarakat usia produktif.
APABILA penyakit ini tidak segera tertangani dengan segera, maka dapat berakibat kerusakan otak berkepanjangan, kecacatan jangka panjang, hingga kematian.
Pasalnya, penyakit tersebut dapat muncul secara tiba-tiba dan perlu penanganan secepat mungkin.
Sayangnya, menurut data dari Kementerian Kesehatan, 80 persen masyarakat tidak mengetahui gejala penyakit ini sehingga penanganan yang dilakukan terlambat.
Selain itu, merupakan fakta bahwa stroke termasuk penyebab kematian terbanyak bagi kaum adam.
Pria berusia di bawah 45 tahun sering menjadi sasaran penyakit mematikan ini dengan tingkatan lebih tinggi dibandingkan perempuan di kelompok usia yang sama.
“Memang lebih didominasi oleh para pria, tapi bukan berarti perempuan sama sekali tidak berisiko terkena penyakit ini. Memang bisa dicegah, akan tetapi faktor keturunan turut menjadi salah satu penyebab terkena penyakit ini,” ungkap Dokter Spesialis Saraf RSUD Srengat, Radika Yuniwati.
Menurut dia, ada beberapa penyebab mengapa pria berpotensi lebih tinggi terkena penyakit ini.
Di antaranya, pola hidup tidak sehat seperti merokok, konsumsi alkohol, kurangnya aktivitas fisik, obesitas, hingga diabetes.
“Tak hanya usia dewasa yang berisiko, beberapa waktu lalu, ada pasien berusia 9 tahun yang terkena stroke. Itu terjadi karena adanya aliran darah ke area otak tersumbat,” bebernya.
Bisa juga terjadi, jelas dia, ketika pembuluh darah di otak pecah. Hal itu bisa berakibat kekurangan oksigen dan berujung kematian.
Penyebab aliran darah tersumbat bisa karena faktor penyakit seperti flu yang cairannya itu naik ke area otak.
Dia mebeberkan tips cara mencegah stroke dengan cara CERDIK. Yakni, cek kesehatan secara rutin, entahkan asap rokok, rajin aktivitas fisik, diet seimbang, istirahat cukup, dan kelola stres.
“Pikiran juga menjadi salah satu faktor penyebab stroke ya. Alangkah lebih baik melakukan pengelolaan stres dengan berbagai kegiatan positif, seperti menekuni hobi,” pungkasnya. (ham/c1/ady)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila