Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Paslon Mas Ibin-Elim Andalkan Program Sarapan Pagi Bersama Warga, Fokus Angkat SDM dan Program Gratis

Noormalady Usman • Senin, 23 September 2024 | 15:56 WIB

 

MILENIAL: Paslon SAE saat diskusi asyik dengan anak-anak muda HIPMI.
MILENIAL: Paslon SAE saat diskusi asyik dengan anak-anak muda HIPMI.

Blitar - Pasangan calon (paslon) SAE (Syauqul Muhibbin-Elim Tyu Samba) tampak santai menjawab rentetan pertanyaan dari anak muda Blitar Jumat (20/9).

Mereka terlibat diskusi “Bisa Apa” yang memang sengaja digelar oleh Himpunan Pengusaha Muda (HIPMI) Kota Blitar di salah satu kafe di Jalan Sultan Agung.

Paslon wali kota-wakil wali kota milenial ini fokus untuk mengajak ratusan anak muda yang hadir untuk tidak takut dan selalu berani melangkah dan menatap masa depan yang lebih baik. Kota Blitar harus berkualitas dan bakal lebih maju di tangan para pemuda.

“Kalau namanya pemuda ya harus berani. Kami keluar dari Blitar hingga ke Jakarta, itu semua untuk kembali dan menjadi modal membangun di Kota Blitar. Jika kami dipercaya warga kota, maka kami bertekad lebih dekat dengan masyarakat, salah satunya lewat sarapan pagi bareng warga,” jelas calon wali kota Syauqul Muhibbin.

Segaris dengan visi-misi SAE, jelas dia, ada klasifikasi tingkat masyarakat agar lebih mudah dalam menyusun berbagai program kerja.

Yakni, angkatan pendidikan dan angkatan kerja. Dua angkatan ini masih dalam masa produktif sehingga proporsi program lebih besar.

“Kami fokus pada peningkatan sumber daya manusia (SDM), karena kalau SDM mumpuni akan melahirkan berbagai ide untuk membangun di segala lini,” ujarnya.

Angkatan ketiga yakni angkatan para orang tua atau pensiunan, ujar Mas Ibin, juga butuh perhatian dan jangan ditinggalkan. Banyak program sudah disiapkan untuk bapak-ibu kita yang masih ingin tetap produktif, utamanya adalah kesehatannya.

“Ada program posyandu lansia, ada program khusus untuk memperhatikan para lansia, sehingga mereka juga merasa tetap dibutuhkan. Karena mereka yang akan mengawal generasi muda saat ini untuk mengejar cita-citanya,” terangnya.

Sementara itu, calon wakil wali kota Elim Tyu Samba lebih menegaskan pada pentingnya peran anak muda dalam pembangunan di Kota Blitar.

Usaha perdagangan dan jasa menjadi prioritas karena memang kondisi sumber daya alam Kota Blitar terbatas sehingga butuh kreativitas dan ide-ide baru untuk membuat perubahan.

“Yang bisa melakukan itu semua adalah anak-anak muda. Kita lanjutkan program pendidikan gratis, dan mari bersama untuk membuat lapangan kerja baru, tingkatkan UMKM dan produk yang marketable,” ujar perempuan berkacamata ini.

Menurut dia, pembangunan fisik yang sudah ada butuh pemikiran muda untuk pengembangan. Contohnya, Pasar Legi yang megah, tapi masih sepi dan kosong.

Jadi, fasilitas dan infrastruktur yang ada tidak perlu dibangun lagi, tapi bagaimana merevitalisasi kebijakan yang ada agar pemerintah menerima retribusi, pedagang banyak pembeli, dan masyarakat juga nyaman untuk datang.

“Ini yang menjadi pekerjaan rumah (PR) kita bersama ke depannya. Apa yang sudah ada dikembangkan agar lebih bermanfaat dan layak, bukan hanya sekadar terus membuat bangunan,” ungkapnya. (*/c1/ady)

 

          

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#sae #hipmi #Syauqul Muhibbin #Elim Tyu Samba #Kota Blitar #anak muda blitar