Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Asal Usul Nama Kelurahan Kauman di Srengat, Jadi Pusat Pemerintahan Tahun 1765-1830

Jihan Wahida Rahma Salsabila • Senin, 23 September 2024 | 16:57 WIB

 

BERSEJARAH: Warga Kauman memperlihatkan nama-nama Lurah Kauman, dari yang pertama sampai sekarang.
BERSEJARAH: Warga Kauman memperlihatkan nama-nama Lurah Kauman, dari yang pertama sampai sekarang.

BLITAR - Tidak banyak yang tahu tentang asal usul Kelurahan Kauman, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar. Ada cerita menarik jika digali tentang sejarah lokasi tersebut sudah berusia ratusan tahun.   

Dulu kawasan Kauman pernah menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Srengat sekitar tahun 1765-1830 yang sekarang berubah menjadi Kecamatan Srengat.

Berdasarkan sumber dari berbagai tempat, nama Kauman ternyata memiliki cerita sejarah  panjang.

“Nama Kauman sangat universal di telinga masyarakat. Namun di balik penyebutannya, terdapat nilai filosifis yang menyertainya. Kauman itu ada di mana-mana, namun yang orang tidak tahu adalah sejarah dari namanya,” terang seorang pegiat sejarah asal Kecamatan Srengat, Insanu Widodo.

Widodo-sapaan akrabnya-menjelaskan, nama Kauman diambil dari kosa kata qoimuddin, jika diartikan menjadi kampung kaum dan muddin, “Qaim itu kaum dan muddin itu penegak agama. Kauman itu kampung para penegak agama yang tugasnya mengurusi rujuk, pernikahan, kemasjidan, dan kegiatan keagamaan,” ujarnya.

Dahulu kaum penegak agama tersebut, kata dia, merupakan seorang pendatang yang menetap di sebuah kawasan perkampungan dan melakukan berbagai kegiatan keagamaan.

Dari situlah julukan kawasan tersebut menjadi kampung para muddin (modin) yang sekarang menjadi Kauman.

Nama Kauman itu hanya ada di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Karena nama Kauman mulai ada pada masa kesultanan Mataram.

Sekitar tahun 1757 pada masa kesultanan Hamengkubowono ke-1 yang bernama Raden Mas Sujono menerapkan tata letak kota pemerintahan.

Dia menjelaskan, tata letak tersebut memiliki empat unsur utama yang bernama Catur Gatra Tunggal atau bersatunya empat kesatuan yang meliputi, pendapa, alun-alun, pasar, dan masjid. “Terutama lokasi paling berpengaruh itu ada di masjidnya,” katanya.

Lokasi masjid itulah yang ditempati para qaimuddin, dan seiring berjalannya waktu berubah artikulasi ucapannya menjadi Kauman. “Saat perkampungan tersebut semakin banyak dihuni para penegak agama atau qaimuddin merubah penamaan menjadi Kauman” terangnya.

“Jadi sejarah Kauman di Srengat ini memiliki rentetan yang sama seperti Kauman di Jawa Timur dan Jawa Tengah berasal dari kesultanan Mataram itu,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, berdasarkan catatan yang sudah didapatkannya, Kauman Srengat sudah ada pada tahun 1765 dipimpin lurah pertamanya yaitu Sodik Romo. “Itu saya dapat dari data di pemerintah daerah,” tandasnya. (mg3/din)

 

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#sejarah #Kelurahan kauman #Kecamatan Srengat