BLITAR - Guna menunjang kegiatan pilkada terlaksana secara maksimal, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Blitar melakukan penyisiran area.
Tercatat ada beberapa daerah terpencil yang mengharuskan aktivitas ekstra saat pelaksanaan pesta demokrasi ini.
“Dari hasil penyisiran tersebut, kami menemukan ada sekitar 22 wilayah yang memiliki akses sulit karena terpencil,” ujar Kordiv Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Blitar, Jaka Wandira.
Jumlah lokasi terpencil ini tidak jauh berbeda dengan pemilihan pada Februari lalu. Pembeda keduanya ialah jumlah TPS yang berkurang karena sebagian digabungkan untuk memudahkan akses masyarakat.
Karena penggabungan ini, diperkirakan dari yang semula berjumlah 600 TPS, kini menjadi setengahnya yakni 300 TPS.
Dari data yang diberikan Bawaslu, ada beberapa lokasi tergolong terpencil, termasuk di Sumberurip, Doko, Krisik, Gandusari, Ngadirenggo, Wlingi, Penataran, Nglegok, Dawuhan, Kademangan, dan daerah pesisir ada Wonotirto, Bakung, serta Panggungrejo.
“Itu ada beberapa TPS yang dijadikan satu. Termasuk di wilayah Kalikuning dan Kalibladak. Kedua TPS di tempat berbeda tersebut dijadikan satu di Kalibladak,” ujarnya.
Tidak hanya terpencil, penggabungan ini juga bertujuan untuk mempermudah akses masyarakat.
Penyebabnya masih sama yakni akses terlalu sulit di beberapa TPS sebelumnya. Karena itu dipilihlah TPS dengan medan tidak terlalu sulit untuk menghindari golput.
“Terutama saat November nanti, saya kira sebagian wilayah akan hujan, jadi aksesnya licin, makanya digabung. Sedangkan untuk petugas yang terjun ke wilayah terpencil nanti akan menggunakan truk untuk pengiriman logistik. Sekalian mengawasi pengiriman logistik, karena jaraknya ada yang 20 kilometer dari pusat kantor desa,” ungkapnya.
Tidak hanya terpencil, ada beberapa daerah yang memiliki medan terjal dan licin. Akibatnya saat menggunakan mobil tetap harus memutar. (mg2/c1/din)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila