Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Gelar Literasi, UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno Geliatkan Kemandirian Para Penjahit di Blitar Raya

Muhamad Ilham Baha’udin • Kamis, 26 September 2024 | 16:00 WIB
KOMPAK: Para peserta bekerja sama untuk membuat suatu brand dalam Literasi Menjahit yang diadakan oleh UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno, Kemarin (25/9).
KOMPAK: Para peserta bekerja sama untuk membuat suatu brand dalam Literasi Menjahit yang diadakan oleh UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno, Kemarin (25/9).

BLITAR – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan Proklamator Bung Karno berkomitmen terus mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui literasi berbasis transformasi inklusi sosial.

Pemilihan tema Literasi Menjahit kali ini mempertimbangkan tingginya minat masyarakat serta semakin berkembangnya dunia fashion saat ini.

Kegiatan ini digelar selama tiga hari sejak Senin (23/9/2024) hingga Rabu (25/9/2024). Program khusus perpustakaan nasional ini berpusat di Amphiteater dan Auditorium Soekarno lantai tiga UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno.

Ketua Layanan Informasi dan Kerja Sama UPT Perpustakaan Bung Karno, Hery Purwanto (paling kiri), berfoto bersama narasumber dan pemateri seusai berikan sambutan.
Ketua Layanan Informasi dan Kerja Sama UPT Perpustakaan Bung Karno, Hery Purwanto (paling kiri), berfoto bersama narasumber dan pemateri seusai berikan sambutan.

Literasi Menjahit ini diikuti ratusan peserta yang dipilih melalui seleksi secara daring. Narasumber yang dihadirkan merupakan seorang ahli di bidangnya.

Yakni, Founder and Designer Aruna Creative, Yuliana Fitri, yang didatangkan langsung dari Jogjakarta.

Ketua Layanan Informasi dan Kerja Sama UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno, Hery Purwanto mengungkapkan, Literasi Menjahit ini merupakan kali kedua digelar UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno.

Sebelumnya, literasi ini pernah dilaksanakan pada 2022 lalu. Namun dengan materi dan pemateri baru yang ditambahkan sesuai perkembangan dunia fashion.

“Iya, permintaan Literasi Menjahit cukup tinggi di Blitar. Para penjahit begitu aktif ingin mengetahui sejauh mana teknologi terkini dan perkembangan dalam menjahit atau dunia fashion saat ini. Setelah kami lakukan riset, akhirnya mendapatkan narasumber yang luar biasa untuk menjawab rasa penasaran dari para penjahit di Blitar,” ungkapnya kepada Koran ini Rabu (25/9/2024).

Apalagi, lanjut Hery, narasumber ini seorang yang kompeten di bidangnya, mulai dari pemilihan serat kain, produksi, hingga penjualan, dan juga pemilik salah satu butik ternama di Kota Gudeg.

Dengan begitu, para peserta bisa mendapat ilmu langsung dari pakar yang semoga nantinya bisa diterapkan setelah mengikuti kegiatan ini.

“Jadi, dalam kegiatan ini tak hanya untuk menemukan teknik baru, tapi juga sebagai ajang mengasah dan menambah skill. Ke depan, kami upayakan elevasi lagi agar para penjahit tak hanya sekedar menjahit, tapi juga mampu membuat fashion design sebagai bekal membuka butik,” tandasnya.

Narasumber Literasi Menjahit ini, Yuliana Fitri menegaskan, selain mempelajari teknik baru terkait modifikasi menjahit, dia kenalkan juga wawasan tentang brand.

Sebab, mayoritas peserta merupakan penjahit yang belum memiliki brand sendiri. Selain itu, para peserta juga diajarkan untuk bersinergi antara sesama penjahit.

“Jadi bukan hanya sekedar tekniknya yang dikuasai, melainkan juga tentang literasinya, kenapa harus ada dan membuat modifikasi. Nah, modifikasi ini sebetulnya bisa menjadi DNA brand mereka. Para peserta dibagi dalam beberapa kelompok dan melakukan role play sebagai sebuah brand untuk melatih sinergi,” terangnya.

Terkait tekniknya, jelas dia, para peserta bisa mendapatkan efisiensi dalam menjahit hingga memangkas 50 persen waktu yang biasa digunakan. Pada hari pertama berfokus pada pengenalan narasumber, brand, serta teori pengantar tentang busana mulai dari style, musim, bahan, dan kenyamanan tekstil,” katanya.

Pada hari kedua, peserta mendapat banyak praktik dasar mulai dari pembuatan pola basic wear yang memiliki beragam fungsi.

Para peserta juga menerima arahan dan masukan selama proses pembuatan basic wear tersebut. Kemudian di hari ketiga, para peserta menunjukan hasil dari brand masing-masing. Bahkan, hasil dari brand tersebut nantinya akan dipamerkan di pameran Inacraft Jakarta pada 2-6 Oktober.

Salah satu peserta kegiatan, Nikmatul Fitriyah, mengatakan sangat senang dengan pelatihan menjahit yang diadakan oleh UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno kali ini.

Menurut dia, banyak ilmu dan wawasan baru yang didapatkan lewat kegiatan literasi yang digelar Perpusnas ini, khususnya tentang perkembangan dunia fashion saat ini.

“Iya, saya memang baru sebatas bisa menjahit. Alhamdulillah dengan pelatihan ini banyak mendapat ilmu baru yang betul-betul bermanfaat. Semoga ke depan hasil dari pelatihan ini bisa diterapkan dan bermanfaat,” pungkasnya. (ham/c1/ady)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#perpustakaan nasional #Literasi Menjahit #UPT perpustakaan Proklamator bung karno #Kota Blitar