BLITAR - Mangala Sivali, wisatawan terseret ombak Pantai Serit usai pesta api unggun, masih belum ditemukan.
Hingga hari keempat pencarian, keberadaan pelajar SMA asal Desa Gembongan, Kecamatan Ponggok, ini terkendala ombak dan angin yang kencang.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Blitar, Ivong Berttyanto mengatakan, hingga hari keempat, tim gabungan belum menemukan keberadaan Mangala Sivali.
Pencarian yang dilakukan petugas terkendala ombak yang tinggi. Kondisi angin yang tidak stabil ini juga memengaruhi petugas dalam pencarian Mangala Sivali.
“Pada hari keempat pencarian ini dibagi tiga tim search and rescue unit (SRU). Petugas gabungan ini memfokuskan pencarian pada Pantai Serit dan pantai-pantai sekitarnya. Nelayan setempat juga turut membantu,” ujar Ivong.
Dia melanjutkan, Tim 1 perahu dari Basarnas Trenggalek melakukan pencarian ke arah timur Pantai Serit hingga Pantai Bukit Indah.
Kemudian untuk Tim 2, pencarian dilakukan di Pantai Serang menggunakan perahu nelayan atau jukung dengan menyisir sepanjang pantai . Lalu, Tim 3 melakukan penyisiran darat ke arah barat sampai Pantai Jebring.
Pria berkacamata ini menambahkan, selain mengandalkan tim pencari, tim gabungan juga koordinasi dengan para nelayan. Utamanya yang berlayar di sekitar lokasi kejadian.
Petugas gabungan mengimbau nelayan dan masyarakat jika menemukan tanda-tanda mencurigakan ada jenazah atau orang yang tersesat di pantai untuk segera melapor ke pos pencarian di Pantai Serit.
“Kami masih terus berupaya untuk mencari keberadaan wisatawan yang hilang terseret ombak ini. Semoga saja pada hari pencarian kelima besok (hari ini, Red) kondisi ombak dan angin dapat bersahabat,” ungkapnya.
Untuk diketahui, Mangala Sivali dilaporkan hilang termakan ombak Pantai Serit usai bermalam di Pantai Serit bersama kelima temannya pada Minggu (22/9).
Teman korban hingga nelayan sempat berniat menolong, tapi ombak sedang pasang. Hingga kini, petugas masih mencari remaja tersebut.
Sebenarnya, Mangala tidak berenang sendiri. Dia berenang dengan satu temannya. Namun, ketika ombak besar datang, temannya dapat diselamatkan. Sementara Mangala hilang terbawa ombak dan belum ada kabar sampai saat ini. (jar/c1/hai)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila