Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Rentan Terimbas Perubahan Cuaca, Begini Cara Petani Hortikultura di Kabupaten Blitar Beri Perhatian Ekstra

Mohammad Syafi'uddin • Kamis, 26 September 2024 | 21:00 WIB
MANIS: Petani melon sedang panen. Para petani harus hati-hati karena kini cuaca tidak menentu.
MANIS: Petani melon sedang panen. Para petani harus hati-hati karena kini cuaca tidak menentu.

BLITAR - Perubahan musim mengharuskan petani tanaman hortikultura harus berhati-hati membudidayakan tanaman yang dimilikinya. Karena, jenis tanaman tersebut sangat rentan terhadap cuaca di sekitar.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Blitar, Hikma Wahyudi menjelaskan, tanaman hortikultura merupakan tumbuhan yang rentan di berbagai kondisi cuaca. Maka, butuh perlakuan ekstra agar tumbuhan hijau ini bisa tetap berbuah.

“Semua cuaca itu mengandung konsekuensi masing-masing. Kalau musim penghujan biasanya jamur sering mengganggu petani. Jika musim kemarau malah hama,” ujarya.

Tidak hanya pengganggu yang menggerogoti tumbuhan ini, namun kondisi air juga perlu menjadi perhatian agar tanaman hortikultura tidak mati.

Hortikultura di daerah Blitar Utara bisa memenuhi kebutuhan air, sedangkan untuk daerah-daerah selatan terjadinya penanaman saat musim penghujan atau ada tampungan air yang biasa digunakan untuk menyiram tumbuhan ini.

Ada beberapa tumbuhan, khususnya hortikultura, yang memang tidak bisa tumbuh jika terlalu banyak atau terlalu sedikit air.

Hal ini terjadi karena genangan air bisa menyebabkan akar tumbuhan membusuk. Misalnya ke beberapa tanaman seperti, cabai, timun, melon, dan tomat.

“Terlebih sekarang ini penanaman hortikultura semakin banyak. Khususnnya, para anak muda atau milenial. Saya rasa mereka sudah mempersiapkan agar tumbuhan miliknya bisa bertahan,” terangnya.

Kemudian terkait perubahan cuaca yang hampir sulit ditebak akhir-akhir ini bisa juga memengaruhi tanaman hortikultura.

Dampak yang ditimbulkan seperti semakin marak berbagai penyakit pada tumbuhan karena cuaca menyebabkan kelembapan tinggi.

Untuk mengatasi ini, para petani harus lebih jeli dan mempersiapakan sejak dini sebelum tumbuhan terkontaminasi penyakit.

“Penyakit ini ada banyak. Di tumbuhan hortikultura itu paling sulit dikendalikan ialah berkembangnya berbagai jenis jamur. Kalau petani terlewat untuk mengatasi ini, maka untuk memberantasnya akan semakin sulit. Terpaksa penggunaan kimia. Padahal, jika sedini mungkin disiapkan, cukup dengan atensi hayati, soalnya ini lebih aman untuk pencegahan,” pungkasnya. (mg2/c1/din)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#Kabupaten Blitar #holtikultura #Perubahan Musim #Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian