BLITAR - Nasib malang Man Gala Sivali, warga Desa Gembongan yang seminggu lalu hanyut terbawa ombak Pantai Serit, belum juga ditemukan.
Kini, pencarian pelajar 18 tahun itu dihentikan petugas gabungan karena hingga 7 hari tidak ada tanda-tanda keberadaannya.
Penghentian pencarian itu sudah sesuai standar operasional prosedur (SOP). Yakni dengan melakukan pencarian maksimal 7 hari.
Padahal, sehari sebelumnya, petugas gabungan juga sudah melakukan doa dan tabur bunga dengan harapan bisa segera menemukan jasad Man Gala Sivali.
“Kami sudah melakukan upaya maksimal untuk mencari keberadaan wisatawan hanyut ini. Sayangnya, petugas gabungan dan nelayan sekitar tidak menemukan Man Gala Sivali. Setelah rapat evaluasi, akhirnya kami dan keluarga bersepakat mengehentikan pencarian,” ujar Kepala pelaksana BPBD Kabupaten Blitar, Ivong Berttyanto.
Dia melanjutkan, pada hari terakhir, pencarian dilakukan melalui tiga regu di tiga sasaran. Di antaranya, tim pertama menggunakan perahu dari Basarnas Trenggalek dengan menyusuri di Pantai Maesan yang masih terletak di Kecamatan Panggungrejo.
Bahkan, pencarian diperpanjang hingga ke Pantai Gayasan di Kecamatan Wonotirto yang jarak dari lokasi kejadian sekitar 10 kilometer.
Sementara itu, tim kedua menggunakan perahu jukong milik nelayan setempat. Mereka menyusuri Pantai Serang dan Pantai Serit. Tim terakhir menyisir bibir pantai. Melakukan pantauan darat naik dan turun tebing di sekitar lokasi kejadian dengan menggunakan teropong dan alat pencari lain.
Beberapa hari terakhir cuaca di pantai aman, cerah, dan ombak juga tidak sedang pasang sehingga tidak ada kendala. Namun, Man Gala Sivali tidak menunjukkan keberadaannya dan pencarian dengan tiga metode tetap tidak membuahkan hasil.
“Petugas dan keluarga juga sempat melakukan doa bersama dan tabur bungan di Pantai Serit. Namun, semua usaha yang dilakukan petugas gabungan tidak ada yang membuahkan hasil. Keluarga sudah mengikhlaskannya,” ungkapnya.
Untuk diketahui, Mangala Sivali dilaporkan hilang termakan ombak Pantai Serit usai bermalam bersama kelima temannya. Mereka berangkat dari Kecamatan Udanawu pada Minggu (22/9).
Teman korban hingga nelayan sempat berniat menolong, tapi tak berhasil lantaran ombak sedang pasang. Hingga kini, petugas masih mencari remaja tersebut.
Sebenarnya, Mangala tidak berenang sendiri. Dia berenang dengan satu temannya. Namun, ketika ombak besar datang, temannya dapat diselamatkan, sedangkan Mangala hilang terbawa ombak dan belum ada kabar nasibnya sampai saat ini. (jar/c1/hai)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila