BLITAR - Jejak peninggalan masa kerajaan di Blitar masih bisa dinikmati sampai saat ini. Termasuk Candi Mleri, di Desa Bagelenan, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar ini.
Menurut juru kunci Candi Mleri, Sunarmi, candi ini merupakan tempat penyimpanan abu jenazah dari Ranggawuni, Raja Singasari ke 3 yang bergelar Sri Wisnuwardana dan selirnya.
“Jadi sebenarnya ada 2 tempat penyimpanan abu jenazah Ranggawuni, satu di Mleri ini satu di Candi Jogo, Malang,” ujarnya.
Tempat pemakaman abu jenazah Ranggawuni dan selirnya tersimpan dalam sebuah rumah kecil bermana “Kekunaan Mleri”. Selain abu jenazah raja dan selir, tempat itu juga menyimpan berbagai arca.
Dia menjelaskan, penamaan Candi Mleri berasal dari toponomi kuno Desa Bagelenan. Yaitu pada abad 13 terdapat prasasti Meleri 1 (1091 saka) dan Prasasti Subhasita (1120 saka) dan pada abad-abad 14 berubah menjadi Weleri berdasarkan kakawin Negarakertagama, di mana tempat ini juga merupakan tempat pendharmaan Raja Wishnudarma atau Ranggawuni.
“Karena tempat ini dulu juga tempat istirahat Ranggawuni waktu disuruh mencari macan putih,” tandasnya.
Berdasarkan literatur yang ada di Candi Mleri, situs ini sudah melewati 3 masa kerajaan sekaligus. Yakni pada masa Kerajaan Kadiri, Kerajaan Singasari dan Kerajaan Majapahit.
Pada masa kerajaan Kadiri (1091 saka/1169 Masehi), kawasan Mleri mendapatkan statusnya sebagai desa bebas pajak. Kemudian tahun (1120 saka/1198 M) berkembang menjadi Mandala Karesia atau pusat pertapaan dan pendidikan para resi.
Kemudian pada Kerajaan Singasari, tempat ini dikenal sebagai tempat pendharmaan Raja Wishnuwardana tahun 1200M.
Pada masa Kerajaan Majapahit tahun 1237 saka/1315-1500M, Mleri dikenal sebagai tempat beribadah dan tempat tinggal para resi. “Jadi Candi Mleri sudah ada pada zaman Kadiri berakhir pada Majapahit.” ujarnya.
Di dalam kompleks candi yang berukuran 14x27 meter persegi ini terdapat berbagai macam peninggalan seperti prasasti Mleri, arca Durga, relief kepala Kala, panil relief, tempat pemujaan, antefik dan yoni, relief harimau dan terdapat 6 makam abdi setia Ranggawuni.
Lokasi Candi Mleri berdekatan dengan kawasan gunung Pegat. Lokasi itu sendiri juga tersimpan sebuah tempat yang diyakini sebagai pertapaan Dewi Kilisuci yakni putri sulung dari Prabu Airlangga.
Tak hanya menyimpan keunikan sejarahnya, Candi Mleri juga tersimpan sebuah mitos yang dipercaya masyarakat sekitar. Termasuk adanya macan putih yang selalu berkeliaran saat malam Jumat legi dan seekor naga. “Hanya orang tertentu yang diweruhi (ditampaki), kalau naga kadang ada orang diweruhi tapi ya orang tertentu,” ujarnya.
Sampai saat ini Candi Mleri masih dijadikan sebagai tempat wisata dan edukasi. Tak hanya itu, candi ini juga masih dijadikan sebagai tempat sembahyang/ibadah agama Hindu. “Ini terbuka untuk umum, kadang dari siswa ada yang ingin belajar. Masih dijadikan tempat sembahyang,” terangnya.
Candi Mleri tentunya menjadi salah satu tempat bersejarah yang ada di Blitar dengan segudang sejarah dan mitos di baliknya. Candi ini tentunya masih mendapat perhatian dari pemerintah daerah. “Dari pemerintah daerah masih diperhatikan dan saya yang merawat tempat ini meneruskan tugas bapak saya,” pungkasnya. (mg3/din)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila