BLITAR – Calon jemaah haji (CJH) yang akan berangkat tahun depan harus lebih menyiapkan diri.
Diperkirakan, biaya haji kembali naik. Hal ini lantaran pemerintah mengurangi subsidi haji dari yang semula 40 persen menjadi 30 persen.
Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Kabupaten Blitar, Hamim Thohari, menyebutkan bahwa belum mendapatkan aturan rinci terkait hal ini. Namun, kenaikan biaya haji memang sudah jadi keputusan pusat.
“Naik tidaknya, yang tahu pusat. Jika sudah turun SK ke kami, kita akan melaksanakan sesuai aturan yang berlaku,” jelasnya.
Dia sudah memprediksi keadaan tersebut. Dugaannya karena seusai pandemi Covid-19 perlahan biaya haji semakin dinaikkan dari tahun ke tahun. Kenaikan ini merupakan efek domino dari inflasi yang meruntuhkan ekonomi beberapa negara.
“Kenaikan ini karena ketentuan di Arab Saudi sana juga naik. Bahkan di tahun 2022, 10 hari sebelum keberangkatan, Arab Saudi sudah menaikkan biaya haji. Dari yang semula Rp 40 jutaan itu sebenarnya naik hingga Rp 50 jutaan. Namun, sisa kekurangan itu ditalangi pemerintah. Jika tidak dibayar, jemaah tidak berangkat. Apalagi, semua jemaah yang mau berangkat sudah melunasi. Selain itu, angka kenaikan ini juga dilihat dari kurs Dolar AS,” jelasnya.
Dengan adanya kenaikan dari pemerintah Arab Saudi, perlahan pemerintah Indonesia mengurangi subsidi yang diberikan.
Terbukti di tahun 2023 biaya haji naik menjadi Rp 56 juta. Namun di tahun 2024 naik lagi menjadi Rp 60 juta sekian. Jika tanpa subsidi, CJH harus membayar keberangkatan sekitar Rp 97 juta.
Prediksi inilah yang menjadikan CJH agar meningkatkan persiapan keuangannya sejak dini. Dari yang seharusnya cukup bayar Rp 60 juta sekian, uang yang perlu disiapkan Rp 65 juta.
“Itu buat jaga-jaga saja. Kalau nanti memang naik, CJH tinggal menambah sedikit. Sehingga mereka tidak kesulitan dalam melunasi biaya haji nanti. Jikapun tidak jadi dinaikkan bisa dimanfaatkan ke hal lain,” ujarnya.
Itu merupakan persiapan agar jemaah Blitar selalu siap hingga berangkat haji. Kemenag Kabupaten Blitar menargetkan semua CJH sudah mengumpulkan paspor pada Desember nanti.
Di luar hal tersebut, Hamim tetap berharap agar biaya haji ini tidak akan naik. Soalnya, jika hal ini dinaikkan, keadaan ini akan memengaruhi masyarakat bawah.
Sebelumnya, pemerintah melalui Badan Pengelolaan Keuangan Haji (BPKH) sudah berembuk terkait kenaikan haji ini dengan DPR.
Hasilnya, biaya haji ini akan dinaikkan. Namun, kenaikan biaya tidak berbeda jauh dengan biaya haji tahun ini. (mg2/c1/din)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila