Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Dongkrak Batik Lokal Unggulan Blitar, Puluhan Perajin Butuh Perhatian Khusus dari Pemkot

Muhamad Ilham Baha’udin • Rabu, 2 Oktober 2024 | 16:00 WIB
KREATIF: Para pengrajin batik bahu membahu mewarnai batik unggulan Kota Blitar, kemarin (1/10).
KREATIF: Para pengrajin batik bahu membahu mewarnai batik unggulan Kota Blitar, kemarin (1/10).

BLITAR - Perkembangan batik lokal Bumi Bung Karno kian melejit, berbagai pelatihan terus dimasifkan oleh pemerintah kota (pemkot) Blitar untuk mendongkrak salah satu produk unggulan ini.

Salah satu pengrajin Batik sekaligus anggota asosiasi Batik di Kota Blitar, Parianto mengungkapkan, perkembangan perajin batik berkembang pesat beberapa tahun terakhir. Setiap kelurahan kini berlomba-lomba untuk mengembangkan sayapnya di sektor ini.

“Kalau kita tarik ke belakang pada 2018 itu jumlah pengrajin tidak sampai sepuluh. Saat ini, sudah ada sekitar 35 pengrajin batik yang tersebar di Kota Blitar. Banyak perajin batik yang mulai bermunculan dan masuk dalam asosiasi,” ungkapnya selasa (1/10/2024).

Menurut dia, perkembangan batik ini juga tak lepas dari peran Pemkot Blitar. Melalui beragam pelatihan seperti digital marketing dan pendampingan kurasi ekspor bagi perajin, turut menyumbang perkembangan produk unggulan ini.

“Iya ada pendampingan dan pelatihan, hal itu sebagai bekal kami berjualan secara online. Setiap anggota memiliki pasar sendiri melalui media sosial, sehingga bisa masuk ke pasar luar Jawa dan luar negeri, meskipun jumlahnya belum banyak,” jelasnya.

Namun, jelas dia, namanya usaha pasti ada pasang surut. Sebelumnya, Pemkot Blitar berencana mengadakan seragam batik agar bisa mengangkat semua pengrajin batik di Kota Blitar, akan tetapi realisasinya berbeda.

“Jadi yang masuk ke perajin murni hanya beberapa persen, sebagian besar masuk ke oknum dari dalam yang justru memesan di luar daerah. Kami konsultasikan juga pada pak sekda terkait regulasi yang turun, kita belum lakukan produksi ternyata sudah keluar duluan, itu yang berat untuk kita,” tegasnya.

Dia membeberkan, potensi batik lokal ini begitu besar, dari sekitar 35 perajin batik di Kota Blitar masih kewalahan untuk mengatasi banyaknya pasar yang belum tersentuh.

Selain itu, para perajin batik selalu mengikuti tren perkembangan motif beserta inovasi tren warna yang ramai diminati pasar.

“Kalau ada kendala, pemkot selalu memberikan perhatian, seperti sebelumnya kami sampaikan kebutuhan batik printing, akhirnya diberikan pengadaan mesin untuk asosiasi. Selain itu, diberikan pelatihan supaya mampu terus berproduksi,” pungkasnya. (ham/ady)

 

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#batik lokal #perajin batik #produk unggulan #Kota Blitar